Operator kompetisi kasta kedua Indonesia, I.League, memberikan penjelasan terkait potongan video viral yang menunjukkan ruang kendali Video Assistant Referee (VAR) tampak kosong dalam pertandingan Persiba Balikpapan melawan PSS Sleman di Stadion Batakan. Klarifikasi ini dilakukan untuk meluruskan persepsi publik mengenai integritas kompetisi Championship 2025/2026.
Dilansir dari Suara, operator liga menegaskan bahwa seluruh prosedur operasional teknologi pembantu wasit tersebut tetap berjalan normal. Ketiadaan personel dalam tayangan tersebut dinyatakan murni sebagai dampak dari kendala teknis pada sistem penyiaran secara real-time, bukan karena ruang kontrol benar-benar kosong saat laga berlangsung.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, memberikan penegasan bahwa semua elemen mulai dari Video Assistant Referee, Assistant VAR (AVAR), hingga Replay Operator (RO) tetap berada di posisinya. Masalah muncul ketika sistem penayangan gagal merepresentasikan kondisi aktual di dalam ruangan tersebut.
"I.League memastikan bahwa seluruh proses VAR berjalan sesuai standar dan protokol yang berlaku. Tidak ada kendala dalam operasional pengambilan keputusan di lapangan," kata Direktur Utama I.League, Ferry Paulus.
Identifikasi internal menunjukkan adanya kegagalan pada sistem siaran yang memicu kesalahan visual bagi penonton layar kaca. Meskipun gambar yang beredar menunjukkan ruangan tanpa petugas, koordinasi di lapangan diklaim tetap terjaga tanpa hambatan.
"Terkait tayangan yang beredar, kami mengidentifikasi adanya system error pada sisi penayangan sehingga visual yang muncul tidak merepresentasikan kondisi real-time di ruang VAR," lanjut Ferry Paulus.
Mekanisme peninjauan di pinggir lapangan atau on-field review oleh wasit utama tetap terhubung penuh dengan tim di pusat kendali. Hal ini sesuai dengan alur kerja dan regulasi yang telah ditetapkan otoritas liga untuk musim 2025/2026.
"I.League berkomitmen menjaga integritas kompetisi dan memastikan penggunaan teknologi VAR dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel," tutup Ferry Paulus.
I.League kini meminta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak langsung mengambil kesimpulan dari potongan video yang tidak menyajikan konteks secara utuh. Informasi resmi dari operator tetap menjadi acuan utama mengenai detail teknis setiap pertandingan.