Kericuhan hebat mewarnai pertandingan kasta kedua Liga Spanyol atau Segunda Division dalam laga bertajuk Derby Aragon. Kiper Real Zaragoza, Esteban Andrada, terekam melakukan aksi kekerasan terhadap kapten tim lawan.
Seperti dilansir dari Detik Sport, pertandingan pekan ke-27 yang mempertemukan Huesca melawan Real Zaragoza di Stadion El Alcoraz pada Minggu (26/4/2026) berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.
Ketegangan mulai memuncak sesaat sebelum peluit panjang berbunyi. Wasit mulanya mengganjar Esteban Andrada dengan kartu kuning kedua setelah sang kiper terlihat mendorong bagian dada kapten Huesca, Jorge Pulido.
Namun, hukuman tersebut justru memicu emosi Andrada yang meledak. Penjaga gawang berusia 35 tahun itu secara tiba-tiba berlari menghampiri Jorge Pulido dan melayangkan pukulan keras hingga membuat bek Huesca itu tersungkur di lapangan.
Tindakan agresif Andrada langsung memicu reaksi keras dari para pemain Huesca. Rekan-rekan setim Pulido segera mengerumuni Andrada sebagai bentuk pembelaan atas serangan tersebut.
Situasi semakin tak terkendali ketika kiper Huesca, Dani Jimenez, tertangkap kamera ikut melayangkan pukulan ke arah Andrada di tengah kerumunan pemain. Atas aksi balasan itu, wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Jimenez.
Pihak Real Zaragoza menyatakan penyesalan mendalam atas insiden yang melibatkan pemainnya. Klub yang memiliki julukan Los Manos tersebut menegaskan akan menjatuhkan sanksi internal kepada Andrada.
"Klub mengutuk keras apa yang terjadi dalam aksi tersebut yang telah mencoreng pertandingan sepak bola yang sangat penting bagi wilayah kami, sesuatu yang tidak dapat diterima," bunyi pernyataan resmi Real Zaragoza.
Pihak manajemen memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait perilaku indisipliner pemain mereka dalam laga derby tersebut.