Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) perdana yang melibatkan 205 atlet dari 27 provinsi di JSI Resort, Megamendung, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026). Ajang ini bertujuan memantau potensi atlet sekaligus membangun struktur olahraga domino yang profesional di Indonesia.
Sebanyak 139 atlet senior yang terbagi dalam 48 tim dan 66 atlet junior dalam 24 tim berkompetisi dalam ajang ini, sebagaimana dilansir dari Kompas. Kehadiran sekitar 30 Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) ORADO se-Indonesia turut memperkuat agenda konsolidasi organisasi di tengah persaingan ketat fase kualifikasi menuju babak delapan besar.
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menyatakan bahwa dinamika pertandingan pada hari kedua merupakan cerminan dari hasil nyata pembinaan atlet yang telah berjalan di tingkat nasional.
"Yang kita lihat hari ini bukan sekadar pertandingan, tetapi hasil dari proses panjang pembinaan di daerah. Dengan keterlibatan 38 provinsi dan ratusan pengurus cabang, kita mulai melihat lahirnya atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing," kata Yooky Tjahrial, Ketua Umum PB ORADO.
Penyelenggaraan ini juga dipandang sebagai bukti nyata bahwa domino dapat dikategorikan sebagai cabang olahraga strategi yang dikelola secara profesional.
"Ini menjadi bukti bahwa domino bisa berdiri sebagai olahraga strategi yang profesional," tambah Yooky Tjahrial, Ketua Umum PB ORADO.
Pihak organisasi saat ini tengah berupaya membangun ekosistem agar domino mendapatkan pengakuan lebih luas dari otoritas olahraga nasional, termasuk menjadi anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
"Kami sedang membangun ekosistem. Kejurnas ini bukan akhir, tetapi awal untuk menuju pengakuan yang lebih luas, termasuk menjadi bagian dari KONI," ujar Yooky Tjahrial, Ketua Umum PB ORADO.
Visi utama dari pengembangan olahraga ini adalah untuk mencerdaskan masyarakat melalui pemanfaatan strategi dan ketangkasan berpikir dalam setiap pertandingan.
"Semangat ÔÇÿmemintarkan IndonesiaÔÇÖ kita wujudkan melalui olahraga yang mengedepankan kecerdasan dan strategi," tutur Yooky Tjahrial, Ketua Umum PB ORADO.
Pada sisi teknis, Ketua Harian PB ORADO, Giri Bayu Kusumah, memastikan seluruh tahapan kompetisi berjalan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan organisasi.
"Seluruh tahapan pertandingan di hari kedua berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi kunci agar pertandingan berlangsung adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas," ujar Giri Bayu Kusumah, Ketua Harian PB ORADO.
Ketua Bidang Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, menambahkan bahwa turnamen ini menjadi sarana penting untuk mempererat konektivitas dan persaudaraan antarprovinsi di Indonesia.
"Kita melihat bagaimana domino bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membangun konektivitas antarprovinsi. Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter," ucap Henry Kurnia Adhi, Ketua Bidang Humas PB ORADO.
Hingga fase gugur, kategori senior didominasi oleh tim dari Sumatera Selatan A, Jawa Barat A, Jambi B, Lampung A, Lampung B, Banten B, Bangka Belitung B, dan Jawa Timur C. Sementara kategori junior menampilkan persaingan antara Sumatera Selatan A, Jawa Barat A, Sulawesi Selatan, Jambi, Sumatera Selatan B, Papua Barat Daya, Jawa Timur B, serta Kalimantan Selatan.