Data Film The Legend of Aang Bocor Sebelum Rilis Resmi

Data Film The Legend of Aang Bocor Sebelum Rilis Resmi
Foto: Ilustrasi Data Film The Legend of Aang Bocor Sebelum Rilis Resmi.

Film animasi The Legend of Aang: The Last Airbender dilaporkan bocor ke berbagai platform media sosial sebelum jadwal tayang resmi pada 9 Oktober 2026. Insiden ini memicu kegemparan di industri perfilman setelah konten tersebut dikabarkan telah ditonton hingga 15 juta kali dalam waktu singkat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Karya produksi Nickelodeon dan Paramount Global tersebut awalnya tersebar melalui potongan klip pendek di platform X. Tidak lama kemudian, dokumen utuh film mulai beredar secara ilegal di situs 4chan serta layanan pesan terenkripsi, yang mengakibatkan kerugian bagi pihak studio dan seniman yang terlibat.

Identitas pelaku peretasan berhasil diungkap oleh peretas white hat, Jason Sawyer. Sawyer menyebut sosok di balik aksi ilegal ini adalah seorang individu berinisial Devesh atau dikenal dengan identitas IDISSEVERYTHING yang menyusup ke sistem penyedia konten film.

"Kenalkan Devesh alias IDISSEVERYTHING, dia menggunakan celah keamanan untuk mendapatkan akses tidak sah ke perusahaan penyedia film, kemudian mengunduh film Avatar terbaru dan membocorkannya," tulis International Cyber Digest.

Catatan rekam jejak menunjukkan bahwa Devesh bukan pertama kalinya terlibat dalam kasus kriminal siber. Pada tahun 2016, ia sempat dijatuhi hukuman penjara masa percobaan selama 24 bulan setelah terbukti meretas akun X milik National Football League (NFL).

Dampak dari kebocoran ini dirasakan langsung oleh ratusan animator di Avatar Studios dan Flying Bark Productions yang telah mengerjakan proyek ini selama bertahun-tahun. Tim produksi merasa terpukul karena karya mereka dinikmati publik dalam kualitas buruk tanpa perlindungan hak cipta.

"Melihat kerja keras ribuan orang tersebar begitu saja sebelum waktunya adalah hal yang sangat memilukan," ungkap salah satu sumber yang dekat dengan tim produksi.

Hingga saat ini, konten ilegal tersebut mulai dihapus secara bertahap dari berbagai platform karena pelanggaran hak cipta. Pihak studio belum memberikan keterangan resmi tambahan mengenai langkah hukum selanjutnya terhadap pelaku peretasan.

Artikel terkait

Rekomendasi