Kebakaran hebat melanda kediaman mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma, di kawasan pemukiman yang mengakibatkan sebagian besar bangunan hangus pada Minggu (3/5/2026). Peristiwa yang dipicu oleh ledakan tiga tabung gas LPG tersebut memaksa seluruh penghuni rumah segera melakukan evakuasi mandiri untuk menyelamatkan diri.
Kepanikan luar biasa melanda keluarga Anisa Rahma saat api mulai merambat ke berbagai bagian rumah. Dilansir dari Detik Hot melalui tayangan Insert Investigasi, Anisa memprioritaskan keselamatan anak-anaknya di tengah situasi yang genting tanpa sempat membawa perlengkapan pribadi.
"Dito langsung panik. Aku yang kepikiran anak-anak dulu. Aku gak pakai kerudung, gak pakai sendal, langsung keluar, cari hp dan yang keambil hp Dito. Hp aku ketinggalan di situ, bawa anak-anak keluar," cerita Anisa Rahma.
Anandito Dwis, suami Anisa, sempat kembali ke dalam rumah yang sudah dipenuhi api demi memastikan keselamatan ibu mertuanya. Aksi heroik tersebut menyebabkan Anandito mengalami luka bakar pada bagian kaki karena menginjak sisa pembakaran yang masih panas.
"Aku khawatirin mama, mama masuk lagi. Mama ternyata katanya cari selang buat padamin. Dito ikut masuk ke dalam injak-injak bara api, kakinya melepuh, injak bara udah panas. Warga ada yang nyelametin, (Mama) ditarik," kata Anisa Rahma.
Anisa merinci bahwa kerusakan terparah terjadi pada area tempat tinggal ibundanya serta kamar utama di lantai dua. Sejumlah barang elektronik seperti televisi, furnitur, hingga pakaian habis dilahap si jago merah yang merembet cepat melalui material kayu rumah lama tersebut.
"Kamar sama yang kita tempati, kasur udah gosong di kamar atas. Lebih banyak itu Mama, dari dapur, ke kamar Mama, ruang nonton, lemari yang tinggi-tinggi sudah habis, baju Mama habis, TV, kamar mandi empat," beber Anisa Rahma.
Ibunda Anisa Rahma, Nelmah Adi, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba kembali ke dalam kamar untuk menyelamatkan barang berharga. Namun, petugas penyelamat segera menahan langkahnya tepat sebelum ledakan gas terjadi yang memperparah kobaran api.
"Ketika saya mau masuk lagi ke kamar, karena ingat ada hp, ada tas, ada uang di dalam, saya ditarik sama petugas, 'Ibu jangan lagi, jangan lagi', saya dibawa ke luar pagar," cerita Nelmah Adi.
Nelmah menjelaskan bahwa suara ledakan keras terdengar beberapa kali saat api menyentuh tabung gas LPG yang berada di dapur. Ia pun menyadari bahwa keselamatan nyawa jauh lebih berharga dibandingkan harta benda yang ditinggalkannya di dalam rumah.
"Gak lama kemudian meletus gas (LPG) sampai naik ke atas itu yang makin membakar makin jadi karena kayu kan, rumah lama banyak kayunya. Tiga LPG yang meledak. Saya merasa, 'Saya tidak mengambil yang namanya benda, tapi saya diselamatkan untuk segera keluar dari sana'," tuturnya.
Saat ini, keluarga Anisa Rahma tengah merencanakan proses perbaikan bangunan yang rusak terdampak kebakaran. Untuk sementara waktu, mereka sedang mencari tempat tinggal alternatif guna menampung seluruh anggota keluarga.