Model dewasa asal Israel, Adva Lavie, tengah menjadi pusat perhatian publik setelah munculnya tuduhan pemerasan terhadap sejumlah pria lanjut usia. Melansir dari Wolipop, wanita yang juga dikenal melalui platform OnlyFans tersebut dikabarkan akan segera melangsungkan pernikahan dengan seorang miliuner meskipun sedang terjerat kasus hukum.
Pihak jaksa menduga Adva memanfaatkan aplikasi kencan untuk menjaring pria-pria kaya di wilayah Los Angeles sebagai targetnya. Selain dugaan pemerasan, wanita yang kini menggunakan nama Shoshana Cloobeck ini juga dituding melakukan pencurian uang, emas, hingga barang-barang bermerek dari kediaman para korbannya.
Kehidupan asmara Adva tetap menjadi sorotan karena ia kini menjalin hubungan serius dengan pria yang memiliki selisih usia 36 tahun lebih tua. Sosok tersebut adalah Stephen Cloobeck, seorang miliuner yang telah melamarnya pada tahun lalu dan tetap berkomitmen untuk melanjutkan rencana pernikahan mereka.
Sebelumnya, tersiar kabar bahwa pasangan ini dijadwalkan akan mengikat janji suci pada 18 Juni 2026 di Yerusalem. Namun, agenda tersebut terpaksa mengalami kendala teknis akibat status hukum yang sedang dihadapi oleh Adva di Amerika Serikat.
Penangkapan Adva menyebabkan dirinya harus mengenakan alat pemantau elektronik di pergelangan kaki. Saat ini, ia dilarang meninggalkan wilayah California karena proses persidangan yang masih berjalan terkait enam tuduhan kejahatan yang dialamatkan kepadanya.
Walaupun calon istrinya sedang menghadapi tekanan hukum yang berat, Stephen Cloobeck menegaskan loyalitasnya melalui pernyataan kepada California Post. Ia memastikan bahwa niat untuk membangun rumah tangga bersama Adva tidak berubah meskipun situasinya sedang sulit.
"Pernikahan masih akan berlangsung, tanggalnya sekarang dirahasiakan,"kata Stephen Cloobeck.
Di sisi lain, Adva Lavie secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak bersalah atas semua tuduhan pemerasan terhadap pria tua yang dituduhkan kepadanya. Ia juga tengah mengajukan permohonan keringanan hukum agar alat pemantau di kakinya dilepas dengan alasan agar tetap bisa menjalankan aktivitas pekerjaannya.