Isu mengenai rencana kedatangan Kanye West ke Jakarta tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Rapper asal Amerika Serikat tersebut dikabarkan bakal menyambangi ibu kota sebagai bagian dari rangkaian tur dunianya yang sedang berlangsung.
Kabar mengenai potensi konser musisi yang kini akrab disapa Ye ini muncul setelah adanya acara mendengarkan musik atau listening party. Dilansir dari Detikcom, informasi tersebut mulai mencuat melalui sebuah tayangan teaser di videotron.
Cuplikan video itu ditampilkan dalam rangkaian acara Ye Bully Listening Party yang diselenggarakan oleh Raw Vision Collective. Kegiatan tersebut berlangsung di Bengkel Space, Jakarta Selatan, pada Rabu, 22 April 2026.
Meskipun rumor di Jakarta menguat, rekam jejak tur Kanye West belakangan ini diwarnai dengan pembatalan di berbagai negara. Polandia dan Swis menjadi negara terbaru yang secara resmi membatalkan jadwal penampilan sang rapper.
Langkah tersebut diambil seiring dengan meningkatnya jumlah negara di Eropa yang menolak kehadiran Ye. Penolakan ini berakar dari kontroversi masa lalu sang artis, terutama terkait komentar-komentar antisemit yang pernah ia lontarkan.
Sebelumnya, pemerintah Inggris juga telah memberlakukan larangan masuk bagi Kanye West. Kebijakan tegas tersebut berujung pada pembatalan penampilannya di Wireless Festival tahun ini.
Masalah serupa terjadi di Prancis, di mana konser di Orange Velodrome Marseille harus ditunda. Kondisi ini kemudian memicu efek domino yang mendorong otoritas di Polandia serta Swis untuk ikut membubarkan rencana acara tersebut.
Alasan Hukum dan Kecaman Pejabat
Kanye West semula dijadwalkan naik panggung di Stadion Silesian di Chorz├│w pada 19 Juni mendatang. Penampilan ini seharusnya menjadi momen kembalinya Ye ke Polandia setelah absen selama 15 tahun.
Namun, pihak pengelola tempat mengumumkan bahwa konser tersebut resmi dibatalkan. Keputusan ini diambil atas dasar alasan formal dan hukum yang berlaku di negara tersebut.
Langkah pembatalan ini didukung kuat oleh Menteri Kebudayaan Polandia, Marta Cienkowska, yang melayangkan kecaman keras. Menurutnya, rekam jejak pernyataan antisemit Ye menjadi dasar kuat pelarangan tampil, terutama di negara yang memiliki sejarah kelam Holocaust.
Nasib serupa dialami Ye di Swis. Ia dijadwalkan tampil di St Jakob-Park, yang merupakan markas klub sepak bola FC Basel, pada Juni mendatang. Namun, pihak klub telah mengonfirmasi pembatalan rencana tersebut setelah melakukan peninjauan secara menyeluruh.