Juventus Imbang Lawan AC Milan Spalletti Waspadai Persaingan Liga Champions

Juventus Imbang Lawan AC Milan Spalletti Waspadai Persaingan Liga Champions
Foto: Ilustrasi Juventus Imbang Lawan AC Milan Spalletti Waspadai Persaingan Liga Champions.

Juventus gagal memperlebar jarak dari para pesaingnya di papan atas klasemen setelah bermain imbang 0-0 melawan AC Milan pada pekan ke-34 Liga Italia, Senin (27/4/2026). Hasil ini membuat posisi klub asal Turin tersebut dalam tekanan besar di zona Liga Champions.

Hasil tanpa gol di Stadion San Siro tersebut menempatkan Juventus di peringkat keempat dengan koleksi 64 poin. Berdasarkan laporan dari Bola, selisih poin dengan Como dan AS Roma kini menipis menjadi hanya tiga angka setelah kedua tim pesaing tersebut memenangkan pertandingan mereka.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, memberikan penegasan bahwa perebutan tiket menuju kompetisi antarklub tertinggi di Eropa tersebut masih akan berlangsung sengit hingga penghujung musim. Ia menilai timnya harus bekerja lebih keras untuk mengamankan posisi tersebut.

"I pikir ini (perebutan zona UCL) akan berlangsung hingga akhir atau sangat dekat dengan akhir, karena ini adalah pertandingan-pertandingan penting," kata Spalletti, dilansir dari Football Italia.

Mantan pelatih tim nasional Italia itu juga memberikan catatan khusus terhadap performa Como dan AS Roma yang terus memberikan ancaman di klasemen. Ia meminta para pemainnya untuk tetap waspada dan tidak kehilangan fokus di laga tersisa.

"Roma dan Como menang, jadi kami masih punya beberapa pertandingan lagi yang harus dimenangkan sebelum kami pantas mendapatkan tempat di turnamen itu," ujar Spalletti.

Menurut Spalletti, fase akhir liga adalah ujian sesungguhnya bagi kondisi fisik dan mental para pemain Juventus. Ia menyebut periode ini sebagai ajang pembuktian kualitas bagi setiap individu yang ada di dalam skuatnya.

"Ini saatnya untuk sprint terakhir, dan pada tahap inilah kelelahan musim yang panjang mulai menumpuk, di sinilah Anda dapat mengetahui siapa yang pantas berada di Juventus dan siapa yang tidak," tegas Spalletti.

Terkait jalannya pertandingan melawan Milan, Juventus sebenarnya sempat mencetak gol lewat aksi Khephren Thuram, namun wasit menganulir gol tersebut lantaran posisi sang pemain sudah terjebak offside. Spalletti mengakui skema serangan timnya belum berjalan maksimal pada paruh pertama.

"Kami melanjutkan perjalanan kami, kami mencoba mengambil inisiatif, sedikit terlalu lambat dan mudah ditebak di babak pertama, kami tidak pernah berhasil melewati pemain mereka, jadi mereka selalu berada di posisi yang tepat," jelas Spalletti.

Selain masalah kreativitas serangan, sang pelatih juga memperingatkan anak asuhnya mengenai bahaya serangan balik yang dilancarkan oleh kubu AC Milan. Meskipun Juventus tampak mendominasi aliran bola, Milan tetap mampu menciptakan peluang berbahaya lewat serangan cepat.

"Anda harus waspada terhadap Milan, karena Anda merasa memegang kendali penuh, lalu tiba-tiba mereka menyerang dengan tiga atau empat pemain untuk mempersulit Anda. Bahayanya adalah ketika Anda merasa nyaman melawan mereka," tutur Spalletti.

Upaya untuk meminimalisir ancaman tersebut sebenarnya sudah disiapkan melalui taktik penjagaan preventif sejak lini belakang. Spalletti menambahkan ada beberapa momen yang seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik oleh tim asuhannya, termasuk situasi yang melibatkan penyerang Jonathan David.

"Saat membangun serangan dari belakang, kami melatih penjagaan preventif untuk memastikan serangan balik tersebut tidak terjadi. Ada beberapa situasi di mana kami bisa berbuat lebih baik, termasuk pelanggaran terhadap Jonathan David, tetapi kami melewatkannya," kata Spalletti.

Secara statistik, Juventus menunjukkan pertahanan yang solid dengan catatan delapan laga tanpa kekalahan dan hanya kebobolan satu gol dalam tujuh partai terakhir. Namun, produktivitas gol tetap menjadi catatan evaluasi utama tim menjelang sisa kompetisi Serie A.

Artikel terkait

Rekomendasi