Juventus Dekati Antonio Conte untuk Proyek Reuni Musim Depan

Juventus Dekati Antonio Conte untuk Proyek Reuni Musim Depan
Foto: Ilustrasi Juventus Dekati Antonio Conte untuk Proyek Reuni Musim Depan.

Masa depan Antonio Conte di Napoli tengah menjadi sorotan hangat. Pelatih asal Lecce tersebut dikabarkan berpeluang besar untuk kembali menukari mantan klubnya, Juventus, menjelang bergulirnya musim 2026/2027.

Kabar mengenai potensi kembalinya sang juru taktik kini mulai memanaskan panggung sepak bola Italia. Dilansir dari Suara, Conte disebut-sebut bakal segera mengumumkan keputusan resminya setelah pertandingan terakhir Serie A musim ini melawan Udinese.

Langkah manajemen Bianconeri untuk memulangkan mantan kapten mereka bukan tanpa persiapan. Pemilik klub, John Elkann, dilaporkan telah turun tangan secara langsung untuk menghubungi juru taktik berusia 56 tahun tersebut.

Manajemen Juventus berencana melakukan perombakan struktur klub untuk membangun ulang fondasi tim di bawah arahan sang pelatih. Sebagai bagian dari proyek ini, John Elkann mulai memberikan peran yang jauh lebih besar kepada Giorgio Chiellini di dalam jajaran manajemen.

Kehadiran Conte diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam membawa raksasa Turin tersebut bangkit. Nama Conte memang selalu identik dengan masa kejayaan Si Nyonya Tua ketika berhasil mempersembahkan tiga gelar Serie A secara beruntun.

Kendala dan Riwayat Hubungan Masa Lalu

Meski proyek ini terlihat menjanjikan, jalan menuju kesepakatan resmi masih menemui beberapa hambatan. Reuni ini masih menghadapi kendala karena Conte meragukan stabilitas manajemen meskipun tantangan membangun tim baru dianggap menarik.

Keraguan ini tidak lepas dari riwayat masa lalu kedua belah pihak. Conte sempat berpisah secara dramatis dengan klub pada musim panas 2014 akibat perbedaan visi dalam bursa transfer pemain, tepat ketika pemusatan latihan pramusim baru saja berjalan.

Hubungan kedua pihak bahkan sempat memanas, terutama saat Conte menangani Inter Milan. Salah satu momen kontroversial yang paling diingat adalah adu mulut dengan mantan presiden klub, Andrea Agnelli, pada semifinal Coppa Italia 2021.

Peluang kerja sama sebenarnya sempat terbuka dalam beberapa kesempatan, seperti pada 2019 dan 2021, namun manajemen selalu memilih nama lain. Begitu pula pada musim panas 2024, ketika Juventus lebih memilih Thiago Motta untuk memimpin proyek baru mereka.

Daya Tarik Proyek Baru Tanpa Liga Champions

Setelah proyek Thiago Motta dinilai gagal total, manajemen kembali melirik Conte yang baru saja sukses membawa Napoli meraih gelar Scudetto. Juventus kini dihadapkan pada situasi sulit karena dipastikan absen dari kompetisi Liga Champions musim depan.

Namun, kegagalan Juventus lolos ke kompetisi tertinggi Eropa tersebut justru diprediksi bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi Conte. Sepanjang karier kepelatihannya, mantan manajer Chelsea tersebut dikenal sangat menyukai tantangan besar untuk membangun skuad dari titik nol.

Jika kesepakatan ini resmi terwujud, Conte dipastikan akan mengemban beban dan tekanan yang sangat besar di Allianz Stadium. Tugas utamanya adalah mengembalikan dominasi total Juventus di kompetisi domestik sepak bola Italia dan bersaing di level Eropa.

Artikel terkait

Rekomendasi