Sutradara Joko Anwar melibatkan enam ilustrator berkaliber internasional yang pernah bekerja untuk Marvel dan DC dalam penggarapan film terbaru bertajuk Ghost in the Cell pada sesi tanya jawab media di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Dilansir dari Detikcom, karya visual para ilustrator tersebut digunakan untuk mendesain secara spesifik setiap adegan kematian dalam film guna memberikan sentuhan seni yang mendalam bagi para penonton.
Joko Anwar menjelaskan bahwa proyek film ini bertujuan untuk memperlihatkan kemampuan talenta-talenta luar biasa asal Indonesia ke kancah yang lebih luas di berbagai bidang profesi seni.
"Kita kepengin Ghost in the Cell bisa menjadi showcase untuk semua orang-orang yang bertalenta di Indonesia, lintas profesi," jelas Joko Anwar, Sutradara.
Selain aspek visual, sisi teknis akting juga menonjolkan tantangan besar, terutama pada adegan yang disebut sebagai Golden Scene yang melibatkan rangkaian aksi panjang tanpa putus.
Aktor Morgan Oey dan Abimana Aryasatya harus mengeksekusi adegan sepanjang 15 halaman skenario tersebut dalam durasi sekitar 15 menit secara terus-menerus tanpa ada jeda pemotongan adegan.
"Itu quite a challenge karena kita harus mix banyak hal. Nggak cuma fighting, tapi ada komedi dan dramanya juga," ungkap Morgan Oey, Aktor.
Abimana menambahkan bahwa sinkronisasi antara aksi laga dan komedi memerlukan presisi yang tinggi agar unsur humor tetap tersampaikan tanpa mengurangi ketegangan dari adegan perkelahian tersebut.
"Abimana menambahkan bahwa melakukan fighting comedy jauh lebih sulit dibandingkan laga biasa. Menurutnya, aksi komedi membutuhkan ketepatan waktu dan ekspresi wajah yang komikal agar pesan lucunya sampai ke penonton tanpa menghilangkan intensitas adegannya."
Di sisi lain, aktor Aming yang memerankan tokoh Tokek mengaku melakukan eksplorasi mendalam melalui diskusi intensif dengan sutradara guna membangun karakteristik peran yang lebih kuat.
"Seorang Joko Anwar itu kan tiap bikin karakterisasi terhadap sebuah karakter, dia tuh udah nyiapin ada yang namanya character sheet. Terus Abang juga terbuka untuk diskusi gimana caranya untuk nge-develop karakternya," ucap Aming, Aktor.
Aming juga mengungkapkan bahwa pendalaman karakter Tokek tersebut turut melibatkan emosi pribadinya untuk memberikan ketegasan pada peran yang ia mainkan dalam film tersebut.
"Ada beberapa hal yang membuat karakternya semakin tegas, di mana itu juga sedikit banyak based on my personal experience. Salah satunya kayak summoning, kayak manggil trauma-trauma di masa lalu," jelas Aming, Aktor.
Film ini juga dibintangi oleh deretan aktor ternama seperti Bront Palarae, Lukman Sardi, Rio Dewanto, Tora Sudiro, dan memperkenalkan wajah baru Magistus Miftah.