Legenda sepak bola Inggris Frank Lampard disarankan untuk menolak peluang kembali ke Chelsea demi melanjutkan kariernya bersama Coventry City. Kabar ketertarikan tim London Barat tersebut muncul setelah manajemen The Blues resmi memecat manajer Liam Rosenior pada Rabu (22/4) malam WIB.
Pemecatan Rosenior dipicu oleh performa buruk klub di kompetisi liga, sebagaimana dilansir dari Detik Sport. Situasi ini membuat nama Lampard mencuat sebagai salah satu kandidat kuat menyusul keberhasilannya membawa Coventry City menjuarai Championship sekaligus mengamankan tiket promosi ke Premier League.
Eks penggawa Chelsea dan Coventry City, Joe Cole, secara terbuka meminta mantan rekan setimnya itu untuk tetap memprioritaskan posisinya saat ini. Cole menilai godaan untuk kembali ke klub lama sangat besar karena faktor ikatan emosional.
"Frank sebaiknya menjauh dari situ. Ini godaan bagi Frank, karena dia sangat mencintai klub itu, adalah untuk kembali dan mencoba lagi," kata Cole kepada Paddy Power.
Prestasi Lampard di kasta kedua Liga Inggris musim ini dianggap melampaui ekspektasi banyak pihak. Cole menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus dijaga dengan fokus penuh pada persiapan musim depan di kasta tertinggi.
"Dia telah melakukan pekerjaan yang luar biasa di Coventry. Tak ada yang akan memprediksi Coventry bisa promosi di awal musim," kata Cole.
Cole juga menekankan pentingnya energi mental bagi Lampard untuk menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan posisi tim di Premier League. Menurutnya, fokus utama sang manajer saat ini seharusnya terletak pada strategi transfer pemain baru.
"Dia menghadapi tantangan besar untuk mempertahankan posisinya di liga musim depan. Semua fokus dan energi mentalnya sekarang seharusnya tertuju pada perekrutan. Dia seharusnya mengidentifikasi lima, enam, atau tujuh pemain yang dia inginkan," kata Cole.
Kritik tajam turut dilontarkan Cole mengenai kondisi internal Chelsea yang dinilai tidak stabil bagi seorang pelatih. Ia berpendapat bahwa manajer di Stamford Bridge tidak memiliki otoritas penuh dalam pengambilan keputusan teknis.
"Jika saya jadi dia, saya tidak akan pergi ke Chelsea. Di pekerjaan apa pun, Anda dinilai berdasarkan hasil, tetapi di sana [Chelsea] Anda tidak memiliki kendali penuh atas apa yang bisa Anda lakukan. Itu gila," ungkap Cole.
Selain nama Frank Lampard, manajemen Chelsea dilaporkan tengah memantau beberapa kandidat pelatih lainnya. Sejumlah nama besar seperti Cesc Fabregas, Xabi Alonso, hingga Andoni Iraola masuk dalam radar bursa manajer baru The Blues.