Bos DC Studios James Gunn mengonfirmasi bahwa pengembangan film kelompok superhero radikal The Authority saat ini sedang memasuki masa jeda pada Senin (28/4/2026). Penundaan proyek yang awalnya masuk dalam fase Chapter One: Gods and Monsters ini dipicu oleh masalah naskah dan keselarasan cerita dengan arah besar DC Universe (DCU) saat ini.
Keputusan untuk menghentikan sementara proyek ini diambil guna memastikan kualitas produksi tetap terjaga di tengah padatnya jadwal rilis film lain. Dilansir dari Detikcom, James Gunn mengungkapkan bahwa draf naskah yang tersedia saat ini belum memenuhi standar yang diinginkan untuk layar lebar.
Hambatan lain muncul dari sisi teknis produksi dan sinkronisasi alur cerita dengan proyek film Superman serta judul-judul lain yang sedang diprioritaskan. Gunn mengakui adanya elemen cerita yang tumpang tindih sehingga The Authority menjadi proyek yang paling terdampak oleh perubahan internal studio.
"Naskahnya belum pas, dan yang lebih penting, film ini tidak bekerja dengan baik dalam konteks DCU yang lebih luas. Mungkin suatu hari nanti (akan dilanjutkan), tapi tidak dalam waktu dekat," tulis Gunn, Bos DC Studios.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa James Gunn tidak memiliki rencana untuk segera melanjutkan proses kreatif film anti-hero tersebut dalam waktu dekat. Fokus utama studio kini dialihkan pada pengembangan narasi yang dianggap sudah lebih matang untuk membangun fondasi semesta DC yang baru.
"Ini adalah film yang sangat besar jika ingin dikerjakan dengan benar. Sayangnya, proyek ini menjadi yang paling terdampak oleh semua hal lain yang sedang terjadi di studio," tambah Gunn, Bos DC Studios.
The Authority merupakan kelompok pertahanan planet dari komik WildStorm yang dikenal dengan tindakan ekstrem dalam menghadapi ancaman global. Kelompok ini memiliki deretan karakter kuat seperti Jenny Sparks, Swift, Jack Hawksmoor, The Engineer, Apollo, hingga Midnighter.