Komposer Legendaris James F Sundah Meninggal Dunia di New York

Komposer Legendaris James F Sundah Meninggal Dunia di New York
Foto: Ilustrasi Komposer Legendaris James F Sundah Meninggal Dunia di New York.

Dunia musik Indonesia berduka atas wafatnya komposer legendaris James F Sundah di New York, Amerika Serikat, pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 11.28 waktu setempat. Sosok yang dikenal luas melalui lagu Lilin Lilin Kecil ini mengembuskan napas terakhir pada usia 70 tahun akibat penyakit kanker paru-paru.

Kabar kepulangan musisi berpengaruh ini dikonfirmasi melalui keterangan pers yang dilansir dari Detikcom pada Jumat, 8 Mei 2026. James meninggal dunia dengan didampingi oleh istri, anak, serta keluarga tercintanya setelah menjalani perawatan medis di New York City.

Riwayat kesehatan menunjukkan bahwa James telah berjuang melawan kanker paru-paru sejak tahun 2024. Selama masa pengobatan tersebut, sang istri, Lia Sundah Suntoso, setia mendampingi musisi kelahiran 1 Desember 1955 itu hingga saat-saat terakhirnya.

Eksistensi James dalam industri musik populer modern Indonesia telah dimulai sejak era 1970-an sebagai penulis lagu, produser, dan penata musik. Salah satu maha karya ciptaannya, Lilin Lilin Kecil yang dirilis pada 1977, diakui sebagai salah satu lagu terbaik sepanjang masa oleh Rolling Stone Indonesia.

Daftar penyanyi besar yang pernah membawakan karyanya mencakup nama-nama besar seperti Chrisye, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, hingga grup musik Efek Rumah Kaca melalui vokal Cholil Mahmud. Lagu populer lain yang lahir dari kreativitasnya antara lain September Ceria, Ironi, dan Astaga.

James juga sempat berkolaborasi dengan musisi internasional dari grup Scorpions, Klaus Meine dan Rudolf Schenker, serta Titiek Puspa untuk lagu When You Came Into My Life. Selain sebagai seniman, ia dihormati sebagai pejuang hak cipta dan mentor bagi generasi muda di ekosistem musik tanah air.

Sebelum tutup usia, James masih aktif merilis karya berjudul Seribu Tahun Cahaya pada 15 Oktober 2025 yang dinyanyikan oleh Claudia Emmanuela Santoso. Dedikasi panjangnya tersebut diganjar dengan penghargaan Lifetime Achievement Award dari Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2025.

Meskipun telah menetap di Amerika Serikat sejak akhir dekade 1990-an, James terus memantau perkembangan musik dalam negeri. Sehari sebelum meninggal, mendiang masih sempat menikmati waktu bersama istrinya dengan berkeliling di area sekitar kediaman mereka menggunakan kursi roda.

Artikel terkait

Rekomendasi