Jakarta Popsivo Polwan sukses mengamankan gelar juara ketiga Proliga 2026 setelah menundukkan Jakarta Electric PLN melalui pertandingan sengit lima set di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada Rabu (22/4/2026) malam. Kemenangan dramatis ini diraih skuad asuhan Darko Dobriskov meski sempat tertinggal dua kali dalam perolehan set.
Sebagaimana dilansir dari Kompas, Jakarta Popsivo Polwan menyudahi perlawanan rivalnya dengan skor akhir 3-2 (19-25, 25-22, 20-25, 25-16, 15-8). Hasil ini sekaligus mengonfirmasi keunggulan mental tim tersebut dalam menghadapi tekanan di partai penentuan yang menggunakan format three winning set.
Perjalanan laga berlangsung cukup berat bagi tim pemenang karena masalah penerimaan bola (receive) yang kurang optimal pada awal pertandingan. Kondisi tersebut sempat dimanfaatkan oleh pemain lawan untuk menguasai set pertama dan ketiga melalui serangan yang dilancarkan secara konsisten.
Pelatih Jakarta Popsivo Polwan, Darko Dobriskov, memberikan evaluasi mendalam mengenai kendala yang dihadapi anak asuhnya pada periode awal laga tersebut.
"Kekalahan set pertama karena servis mereka bagus, sementara receive kami buruk," kata Darko Dobriskov.
Juru taktik asal Serbia itu kemudian menerapkan perubahan strategi pada set keempat dengan menginstruksikan para pemainnya untuk tampil lebih agresif. Langkah ini terbukti efektif dalam mematahkan ritme permainan lawan hingga pertandingan harus dilanjutkan ke set kelima sebagai penentu.
Determinasi tinggi juga ditunjukkan oleh pemain andalan Arsela Nuari Purnama yang tetap memberikan performa maksimal meskipun kondisinya baru saja pulih dari sakit.
"Kami ingin menyelesaikan ini sekarang juga. Ini pertandingan terakhir, jadi kami harus menang," tegas Arsela Nuari Purnama.
Semangat juang dari Arsela Nuari Purnama tersebut menjadi pemicu bagi rekan setimnya untuk tampil tanpa cela di set penentuan. Setelah kedudukan sempat imbang 7-7, Jakarta Popsivo Polwan melesat meninggalkan perolehan angka lawan dan menutup set terakhir dengan skor telak 15-8.
Di sisi lain, kapten tim Jakarta Electric PLN, Afra Hasna Nurhaliza, tetap memberikan apresiasi atas perjuangan rekan-rekannya di lapangan sepanjang kompetisi.
"Kami sudah maksimal. Gagal menang, tapi saya tidak menyesal," ujar Afra Hasna Nurhaliza.
Meskipun menelan kekalahan pahit pada laga leg kedua ini, tim pelatih Jakarta Electric PLN mencatat adanya peningkatan performa dibandingkan dengan hasil pertandingan pada leg pertama yang berlangsung Selasa (21/4/2026).
Asisten pelatih Jakarta Electric PLN, Amansyah Manganang, menyatakan komitmen tim untuk melakukan pembenahan total setelah berakhirnya musim ini.
"Mudah-mudahan kita akan evaluasi ke depan, supaya bisa lebih baik lagi," imbuh Amansyah Manganang.
Kemenangan di Yogyakarta ini memastikan Jakarta Popsivo Polwan menjaga konsistensi mereka sebagai salah satu tim elit di papan atas voli nasional. Sementara itu, Jakarta Electric PLN harus puas mengakhiri musim di posisi keempat setelah gagal membendung kebangkitan lawan pada momen-momen krusial.