Jakarta Pertamina Enduro (JPE) resmi mengunci gelar juara Proliga 2026 setelah menaklukkan Gresik Phonska Plus dalam laga final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026). Dilansir dari Detik Sport, JPE mencatatkan kemenangan mutlak dengan skor set 3-0 (25-19, 25-23, dan 25-21).
Hasil impresif di partai puncak tersebut mempertegas keunggulan JPE yang sebelumnya juga telah meraih kemenangan 3-1 atas lawan yang sama pada leg pertama. Komposisi pemain bintang seperti Megawati Hangestri, Voronkova, dan Wilmai Salas menjadi kunci dominasi tim sepanjang musim kompetisi tahun ini.
Pelatih Jakarta Pertamina Enduro, Bullent Karsioglu, menekankan bahwa aspek mental dan kesabaran para pemain menjadi penentu utama keberhasilan mereka di lapangan.
"Seperti saya sampaikan, kami selalu bermain sabar, dan hasilnya kita tahu semua, kita juara hari ini," kata Bullent dalam keterangan tertulisnya.
Kemenangan ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi penggawa JPE, termasuk Megawati Hangestri yang tampil sebagai salah satu pilar utama tim di sepanjang turnamen.
"Yang saya syukuri selain kemenangan hari ini, teman-teman bermain sangat bagus," ujar Megawati.
Di sisi lain, juru taktik Gresik Phonska Plus, Alessandro Lodi, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas permainan yang ditunjukkan oleh sang lawan sepanjang pertandingan final berlangsung.
"Tanpa diskusi pun saya mengakui Pertamina adalah tim terbaik," tutur Lodi.
Lodi juga menambahkan bahwa skuadnya telah berupaya maksimal untuk memberikan perlawanan dan mengejar ketertinggalan poin meski hasil akhirnya belum memihak kepada mereka.
"Sebenarnya timnya sudah berusaha memperbaiki penampilan, tapi sekali lagi Pertamina tim yang baik. Kami pun untuk melawan perlu performa yang luar biasa," ujar Lodi.
Atas keberhasilan merengkuh trofi juara, Jakarta Pertamina Enduro berhak membawa pulang piala serta uang pembinaan senilai Rp 400 juta. Sementara itu, Gresik Phonska Plus yang mengakhiri musim sebagai runner-up mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 250 juta dan piala.
Pencapaian tahun ini menandai gelar keempat bagi JPE sejak debut mereka pada 2013, setelah sebelumnya juara pada tahun 2014, 2018, dan 2025. Sebaliknya, Gresik Phonska Plus masih harus menunggu lebih lama untuk gelar perdana mereka sejak berpartisipasi di Proliga mulai tahun 2002.