Tim beregu putra Indonesia siap memulai kampanye mereka di ajang bergengsi Thomas Cup 2026 yang berlangsung pada Jumat, 24 April 2026.
Dilansir dari Detik Sport, skuad Garuda dijadwalkan berhadapan dengan tim Aljazair dalam laga pembuka penyisihan Grup D yang digelar di Forum Horsens, Denmark.
Perjuangan Fajar Alfian dan kolega akan dimulai tepat pukul 23.30 WIB di Lapangan 3. Meski begitu, susunan pemain yang akan diturunkan baru akan dirilis secara resmi pada sore hari menjelang pertandingan.
Indonesia memboyong 10 pebulutangkis terbaik ke Denmark untuk merebut kembali supremasi bulutangkis beregu putra dunia.
Sektor tunggal putra diperkuat oleh empat atlet andalan, yakni Jonatan Christie, Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, dan Anthony Sinisuka Ginting.
Sementara itu, sektor ganda putra diisi oleh pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
Khusus pada nomor ganda, susunan pasangan masih bersifat fleksibel dan dapat dirombak sesuai dengan kebutuhan teknis maupun kondisi fisik pemain sebelum memasuki lapangan.
Catatan Pertemuan dan Kesiapan Mental
Berdasarkan catatan sejarah, Indonesia memiliki kenangan manis saat bersua Aljazair pada fase grup Piala Thomas 2020 yang dihelat di Aarhus tahun 2021 lalu.
Kala itu, tim Merah Putih tampil dominan dengan mencatatkan kemenangan mutlak 5-0 atas wakil Afrika tersebut. Hasil ini menempatkan Indonesia sebagai tim yang jauh lebih diunggulkan di atas kertas.
Kendati demikian, Anthony Sinisuka Ginting menekankan pentingnya menjaga fokus dan tidak meremehkan lawan siapapun peringkat mereka saat ini.
"Tetap disiapkan satu-satu. Dari Aljazair kayak bagaimana, nanti Thailand juga tidak (bisa) sebelah mata, jadi (fokus) satu match, satu match," kata Ginting.
Ginting menambahkan bahwa keunggulan dalam analisis data statistik tidak selalu menjamin kemenangan otomatis karena performa di lapangan tetap menjadi faktor penentu utama.
"Mungkin kalau secara di atas kertas, banyak yang bilang (Indonesia) lebih unggul atau bagaimana, cuma kan nanti kan mainnya bukan di atas kertas kan, kita main di atas lapangan, semua bisa terjadi," ujar Ginting.
Pemain kelahiran Cimahi tersebut juga menegaskan bahwa posisi ranking dunia tidak menjadi jaminan bagi seseorang untuk memenangkan sebuah pertandingan.
"Jadi memang mau ranking berapa pun, mau ranking tinggi, mau ranking di bawah, itu juga enggak menentukan itu bakal jadi pemenangnya. Memang yang paling penting ya kita fokuskan dari persiapannya sebelum match-nya bagaimana," tegas Ginting.