Presenter Irfan Hakim ikut menjadi sorotan publik menyusul mencuatnya kasus dugaan pelecehan yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry. Keterlibatan nama sang presenter terjadi karena ia pernah berkolaborasi dalam sebuah konten video bersama pendakwah tersebut.
Dalam konten yang sempat diunggah tersebut, Irfan Hakim bersama Soimah menjalani prosesi rukiah yang dipimpin langsung oleh Syekh Ahmad Al Misry. Dilansir dari Suara, konten rukiah itu kini terpantau telah dihapus dari kanal resmi sang artis seiring dengan penetapan status tersangka terhadap Syekh Ahmad Al Misry.
Meski video aslinya sudah tidak tersedia, potongan rekaman prosesi tersebut kembali beredar luas di media sosial, termasuk melalui kanal Viral Live Indo. Cuplikan itu memperlihatkan momen saat Irfan Hakim sedang berbaring dengan posisi kepala berada di pangkuan Syekh Ahmad Al Misry.
Dalam video tersebut, Irfan Hakim tampak menatap tajam ke arah wajah Syekh Ahmad Al Misry tanpa mengeluarkan suara. Respons pendakwah tersebut terhadap tatapan Irfan Hakim pun kini menjadi bahan diskusi warganet.
"Kenapa? Marah sama siapa? Marah sama saya? Marahlah," ujar Syekh Ahmad Al Misry merespons tatapan Irfan Hakim.
"Kenapa matanya merah? Kenapa marah? Kenapa ditahan terus?" tanya Syekh Ahmad Al Misry lagi sembari membacakan beberapa doa dalam bahasa Arab.
Rekaman yang sebenarnya diambil pada tahun 2022 itu kini memicu berbagai spekulasi dari netizen. Banyak yang menduga bahwa ekspresi kemarahan Irfan Hakim saat dirukiah merupakan bentuk reaksi bawah sadar terhadap sosok di hadapannya.
Sejumlah komentar warganet mengaitkan tatapan tersebut dengan terbongkarnya perilaku Syekh Ahmad Al Misry baru-baru ini. Beberapa netizen bahkan merasa ngeri melihat interaksi fisik dalam video tersebut dan menganggap Irfan Hakim sebagai salah satu korban.
"Alam bawah sadar irfan udah tau sifat asli ini syech gadungan, berkedok agama, makanya marah liat mukanya," balas akun @sakadip7*** dalam kolom komentar yang beredar.
Kronologi Kasus Syekh Ahmad Al Misry
Syekh Ahmad Al Misry kini harus berhadapan dengan hukum setelah dilaporkan atas dugaan pelecehan sesama jenis terhadap sejumlah santri. Berdasarkan pengakuan yang dihimpun, modus yang digunakan adalah memberikan iming-iming beasiswa pendidikan ke Mesir.
Dalam menjalankan aksinya, ia diduga membawa narasi kisah Rasulullah SAW dan Ali bin Abi Thalib untuk meyakinkan para korban. Praktik ini ditengarai telah berlangsung sejak tahun 2017 silam.
Kasus ini mulai terungkap ke publik setelah salah satu korban memberanikan diri bercerita kepada Oki Setiana Dewi pada tahun 2025 lalu. Penyelidikan kepolisian terus berlanjut guna mendalami seluruh laporan yang masuk terkait tindakan tersangka tersebut.