Inter Milan Imbang Lawan Torino di Tengah Isu Skandal Wasit

Inter Milan Imbang Lawan Torino di Tengah Isu Skandal Wasit
Foto: Ilustrasi Inter Milan Imbang Lawan Torino di Tengah Isu Skandal Wasit.

Inter Milan gagal membawa pulang poin penuh setelah ditahan imbang oleh tuan rumah Torino dengan skor 2-2 dalam laga Serie A di Stadion Olimpico Grande Torino pada Minggu (26/4/2026) malam WIB. Dilansir dari Detik Sport, keunggulan dua gol Nerazzurri sirna pada babak kedua.

Tim tamu awalnya memimpin pertandingan melalui sumbangan gol dari Marcus Thuram dan Yann Bisseck. Namun, Torino berhasil bangkit dengan meningkatkan intensitas serangan hingga menyamakan kedudukan lewat aksi Giovanni Simeone dan Nikola Vlasic menjelang akhir pertandingan.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui adanya penyesalan mendalam karena timnya sempat memegang kendali penuh sebelum tekanan lawan mengubah jalannya laga. Menurutnya, skuat asuhannya kehilangan ketenangan setelah gawang mereka kebobolan gol pertama.

"Ada penyesalan. Kami sudah menguasai pertandingan, dan kami kebobolan karena tekanan mereka di menit-menit terakhir," kata Chivu kepada Sky Sport Italia.

Juru taktik tersebut menilai bahwa mentalitas para pemainnya goyah dan berdampak pada terciptanya gol penyeimbang dari kubu Torino. Ia juga memberikan apresiasi terhadap daya juang tim lawan yang tetap percaya diri meski dalam posisi tertinggal dua gol.

"Gol pertama membuat kami takut, dan gol kedua adalah konsekuensinya. Kami mencoba bereaksi, tetapi Anda juga berisiko kalah dalam pertandingan seperti ini, jadi pujian untuk Torino: mereka tidak menyerah dan percaya sampai akhir," sambung Chivu.

Hasil imbang ini terjadi di tengah kabar miring yang menerpa klub terkait dugaan keterlibatan dalam skandal pengaturan wasit. Gianluca Rocchi, selaku penanggung jawab keputusan wasit, dikabarkan sedang dalam penyelidikan resmi atas dugaan kecurangan olahraga musim lalu.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan konspirasi penugasan wasit yang lebih menguntungkan Inter, termasuk penunjukan Andrea Colombo sebagai pengganti Daniele Doveri. Menanggapi situasi di luar lapangan tersebut, Chivu menegaskan fokusnya hanya pada performa teknis tim di lapangan hijau.

"Saya berbicara tentang sepakbola; saya adalah pelatih, dan saya dibayar untuk mempersiapkan pertandingan dengan cara terbaik, memberikan ketenangan dan motivasi," kata Chivu.

Mantan pemain tersebut mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya mempertahankan keunggulan dua angka. Chivu mengakui kegagalannya dalam memberikan instruksi yang tepat saat tim sedang berada di atas angin untuk segera mengunci kemenangan.

"Rupanya, saya tidak menjalankan tugas saya dengan benar ketika kami unggul 2-0. Saya bertanggung jawab, tetapi itu tidak banyak mengubah keadaan. Kami membutuhkan tiga poin, dan kami ingin memastikan kemenangan secepat mungkin," tegas Chivu.

Artikel terkait

Rekomendasi