Inter Milan Imbang Lawan Torino Setelah Unggul Dua Gol

Inter Milan Imbang Lawan Torino Setelah Unggul Dua Gol
Foto: Ilustrasi Inter Milan Imbang Lawan Torino Setelah Unggul Dua Gol.

Inter Milan gagal mengamankan kemenangan setelah keunggulan dua gol mereka dibatalkan oleh Torino dalam laga pekan ke-34 Liga Italia 2025-2026 di Stadion Olimpico Grande Torino. Hasil imbang ini membuat ambisi Nerazzurri untuk segera menyegel gelar scudetto tertunda.

Dilansir dari Bola, tim tamu sejatinya berpeluang mendekati trofi juara dengan selisih satu poin andai mampu mempertahankan kemenangan. Gol dari Marcus Thuram dan Yann Bisseck sempat membawa Inter memimpin, sebelum akhirnya Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic menyamakan kedudukan.

Secara statistik, Inter Milan mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen dan melepaskan 14 tembakan. Namun, Torino tercatat memiliki kualitas peluang lebih baik dengan angka ekspektasi gol (XG) mencapai 2,46, sementara tim asuhan Christian Chivu hanya mencatatkan 1,46 XG.

Pelatih kepala Inter Milan, Christian Chivu, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil akhir pertandingan tersebut. Ia menilai anak asuhnya sempat memegang kendali penuh sebelum kehilangan momentum pada fase akhir laga.

"Ada penyesalan. Kami sebenarnya sudah menguasai pertandingan, tetapi kebobolan serangan terakhir mereka di mana mereka menemukan lebih banyak energi," tutur Chivu, seperti dikutip dari SempreInter.

Chivu menambahkan bahwa gol pertama lawan memberikan tekanan psikologis bagi timnya. Hal tersebut memicu lahirnya gol kedua yang membuat kedudukan menjadi seimbang.

"Gol pertama membuat kami takut dan gol kedua menyusul."

Meski timnya berusaha keras untuk kembali memimpin, Chivu mengakui adanya risiko kekalahan jika terus memaksakan serangan tanpa kewaspadaan. Ia juga memberikan apresiasi terhadap daya juang tim tuan rumah yang terus menekan sepanjang laga.

"Kami mencoba untuk membuat skor menjadi 3-2, tetapi dalam pertandingan tertentu Anda berisiko kalah."

Menurut sang pelatih, Torino menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Ia bahkan menyebut lawan bisa saja mencetak gol lebih awal dalam pertandingan tersebut.

"Pujian untuk Torino, mereka tidak pernah menyerah dan bahkan bisa saja unggul terlebih dahulu."

Chivu juga menyoroti kelelahan fisik dan mental yang dialami pemainnya di penghujung musim. Keunggulan dua gol seringkali membuat pemain merasa pertandingan sudah berakhir dengan mudah.

"Tidak pernah mudah untuk pergi ke stadion tertentu pada fase musim ini setelah menghabiskan begitu banyak energi," ujar Chivu.

Ia menekankan bahwa kontrol pertandingan bisa hilang seketika saat konsentrasi menurun. Hal ini sering terjadi ketika tim merasa berada di atas angin.

"Mungkin Anda unggul 2-0 dan berpikir semuanya mudah, bahwa Anda mengendalikan semuanya."

Kesalahan dalam proses membangun serangan disebut menjadi awal mula kebangkitan Torino. Chivu mencatat beberapa insiden, termasuk handball dan keputusan wasit, yang turut memengaruhi hasil laga.

"Kemudian Anda kebobolan 2-1 karena kesalahan dalam membangun serangan dan hantu-hantu itu muncul, handball terjadi."

Mantan bek tersebut menegaskan bahwa timnya harus menerima hasil imbang ini sebagai sebuah risiko pertandingan. Ia bersyukur kondisi tersebut tidak berakhir dengan kekalahan total bagi Inter.

"Kemudian keputusan wasit merugikan dan Anda harus menerima comeback yang bisa saja berakhir lebih buruk."

Artikel terkait

Rekomendasi