Inter Milan memastikan diri sebagai pemenang Liga Italia musim 2025-2026 setelah menumbangkan Parma dengan skor 2-0 di Stadion Giuseppe Meazza pada Senin (4/5/2026) dini hari. Kemenangan pada pekan ke-35 tersebut membuat perolehan poin klub berjuluk Nerazzurri ini tidak lagi terkejar oleh pesaing di klasemen.
Dua gol kemenangan tuan rumah disumbangkan oleh Marcus Thuram pada menit ke-45+1 dan Henrikh Mkhitaryan di menit ke-80. Hasil positif ini membawa Inter Milan mengoleksi total 82 poin, unggul 12 angka dari Napoli yang berada di posisi kedua dengan menyisakan tiga pertandingan.
Gelar juara ini merupakan trofi Liga Italia ke-21 dalam sejarah klub asal Milan tersebut. Keberhasilan ini sekaligus menandai kesuksesan Cristian Chivu dalam debutnya sebagai pelatih kepala setelah menggantikan posisi Simone Inzaghi di awal musim, sebagaimana dilansir dari Bola.
Prestasi ini menjadikan Chivu sebagai orang kedua di Inter Milan yang mampu meraih scudetto saat berstatus sebagai pemain dan pelatih, mengikuti jejak Armando Castellazzi. Saat masih aktif bermain, pria asal Rumania tersebut sempat merasakan tiga gelar juara beruntun pada periode 2008 hingga 2010.
"Satu musim penuh dengan pasang surut. Ini adalah maraton di mana pada akhirnya tim yang paling konsisten dan yang mengumpulkan poin terbanyaklah yang menang. Untungnya, tim itu adalah kami. Kami membangun momentum dari kerja keras yang telah kami lakukan sejak awal, meskipun mengalami beberapa kekalahan. Tetapi kami mampu bereaksi, bangkit kembali, dan tetap mengingat tujuan kami," ujar Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.
Pelatih berusia 45 tahun itu berhasil mengembalikan performa terbaik skuatnya meskipun sempat menghadapi gelombang kritik akibat penurunan performa pada awal musim. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada dedikasi para pemain yang dipimpin oleh Lautaro Martinez di lapangan.
"Pemain-pemain baguslah yang membantu pelatih memenangkan gelar dan mewujudkan impian mereka," tutur Cristian Chivu, Pelatih Inter Milan.
Meski dominan di kompetisi domestik, perjalanan Inter Milan di kancah Eropa musim ini harus terhenti lebih awal di babak playoff Liga Champions. Kekalahan agregat 2-5 dari Bodo/Glimt menjadi bahan evaluasi bagi Chivu untuk memasang target lebih tinggi pada kompetisi antarklub Eropa musim depan.