Ambisi besar untuk mengamankan dua trofi sekaligus pada akhir musim ini ditegaskan oleh pelatih Inter Milan, Cristian Chivu. Langkah Nerazzurri menuju target tersebut semakin nyata setelah mereka memastikan diri lolos ke babak final Coppa Italia sekaligus memimpin perburuan gelar Liga Italia.
Kepastian tiket final didapat setelah Inter menundukkan Como dengan skor tipis 3-2 dalam laga leg kedua semifinal di San Siro pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB, seperti dilansir dari Detik Sport. Hakan Calhanoglu dan kolega sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan lolos dengan keunggulan agregat karena bermain imbang tanpa gol pada pertemuan pertama.
Sebelum melakoni partai puncak Coppa Italia pada 13 Mei mendatang di Roma, Inter Milan memiliki kesempatan besar untuk lebih dulu menyegel gelar juara Serie A. Saat ini, tim asuhan Chivu kokoh di puncak klasemen dengan raihan 78 poin dari 33 pertandingan yang telah dijalani.
Inter kini memegang keunggulan 12 poin atas dua pesaing terdekatnya, AC Milan dan Napoli. Skenario juara bisa terjadi akhir pekan ini jika Inter mampu mengalahkan Torino, sementara di saat yang sama Milan dan Napoli gagal memetik poin penuh dalam laga mereka masing-masing.
Target meraih gelar ganda ini menjadi misi spesial karena Inter sudah cukup lama tidak mencatatkan prestasi serupa. Terakhir kali klub ini meraih lebih dari satu gelar dalam semusim terjadi pada tahun 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho, di mana Chivu saat itu masih aktif bermain dan membantu tim meraih treble winner.
Tanggapan Chivu Soal Perbandingan dengan Mourinho
Mengenai pencapaian timnya saat ini, Chivu menyatakan bahwa posisi mereka sekarang adalah hasil dari dedikasi tinggi seluruh elemen skuad. Ia menekankan pentingnya kerja keras untuk mewujudkan mimpi meraih trofi bergengsi musim ini.
"Kami mencapai posisi ini lewat kerja keras, menempatkan diri kami pada posisi yang memungkinkan kami untuk bermimpi, untuk mencapai target meraih trofi juara Serie A dan Coppa Italia," ujar Chivu kepada Sport Mediaset, dikutip Football Italia.
Keberhasilan Chivu membawa Inter mendekati dua gelar utama membuat publik mulai membandingkannya dengan kesuksesan Jose Mourinho di masa lalu. Namun, pelatih asal Rumania tersebut enggan terjebak dalam perbandingan tersebut dan lebih memilih fokus pada tanggung jawabnya saat ini.
"Kalian wartawan suka dengan judul heboh, tapi saya hanyalah seorang Cristian, satu-satunya tanggung jawab saya adalah kepada para pemain ini," Chivu menambahkan.
Menutup pernyataannya, ia menegaskan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi pihak-pihak yang telah memberikan kepercayaan kepadanya. Fokus utamanya tetap tertuju pada performa pemain di lapangan guna mencapai target yang telah dicanangkan klub.
"Saya hanya mencoba melakukan pekerjaan saya dengan sebaik mungkin untuk mereka yang percaya kepada saya, untuk para pemain hebat ini, dan berharap dapat mencapai target kami," tegasnya.
Kini Inter Milan tinggal menanti calon lawan mereka di final Coppa Italia, yakni pemenang antara laga Atalanta melawan Lazio.