Inter Milan terus mematangkan persiapan untuk mengamankan gelar juara Serie A musim 2025/2026. Pertandingan tandang melawan Torino pada Minggu (26/4/2026) pukul 23.00 WIB menjadi momentum krusial bagi skuad Nerazzurri untuk melapangkan jalan menuju pesta juara.
Dilansir dari Detik Sport, posisi Inter Milan saat ini masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 78 poin. Secara perhitungan matematis, tim asuhan Simone Inzaghi tersebut hanya memerlukan empat poin tambahan guna memastikan raihan Scudetto musim ini.
Meskipun Inter memimpin jauh, kepastian gelar juara belum bisa dikunci pada pekan ini. Hal tersebut terjadi lantaran Napoli berhasil meraih kemenangan yang secara otomatis menunda perayaan gelar juara bagi kubu La Beneamata.
| Klub | Poin | Jumlah Laga |
|---|---|---|
| 78 | 33 | 69 |
| 34 | 66 | 33 |
Skenario Juara di Depan Pendukung Sendiri
Fokus utama Inter Milan kini beralih pada target besar untuk merayakan gelar juara di stadion sendiri. Peluang ini terbuka lebar apabila mereka mampu mencuri poin penuh di markas Torino dan melanjutkan tren positif pada pertandingan selanjutnya.
Jika misi di kandang Torino berhasil, Inter berpotensi memastikan gelar saat menjamu Parma. Momen ini sangat dinantikan mengingat klub sudah cukup lama tidak merayakan keberhasilan meraih Scudetto secara langsung di hadapan para pendukung setianya.
Dikutip dari Sempre Inter, perayaan gelar juara di kota Milan terakhir kali terjadi pada tahun 1989. Saat itu, Inter Milan yang ditangani oleh pelatih legendaris Giovanni Trapattoni berhasil mengunci posisi puncak di depan publik sendiri.
Sejarah Perayaan Gelar di Luar Kandang
Setelah era 1989, sejarah mencatat bahwa berbagai kesuksesan Inter Milan justru sering dipastikan di luar kandang atau melalui hasil pertandingan tim lawan secara tidak langsung. Pola ini terjadi pada periode kesuksesan tahun 2006 dan era keemasan lainnya.
Hal serupa juga dialami ketika Inter meraih gelar di bawah asuhan Antonio Conte pada tahun 2021, serta pada pencapaian gelar tahun 2024 yang lalu. Oleh karena itu, musim ini dianggap sebagai kesempatan emas untuk memutus tren perayaan di markas lawan.
Dengan sisa lima pertandingan musim ini, raihan kemenangan atas Torino menjadi kunci utama. Tiga poin dari laga malam nanti akan membuat pertandingan melawan Parma menjadi laga penentuan yang bersejarah bagi klub berjuluk Si Ular Besar tersebut.
| Tanggal | Pertandingan |
|---|---|
| 26 April 2026 | Torino vs Inter |
| 4 Mei 2026 | Inter vs Parma |
| 9 Mei 2026 | Lazio vs Inter |
| 17 Mei 2026 | Inter vs Hellas Verona |
| 24 Mei 2026 | Bologna vs Inter |
Kemenangan di markas Torino malam nanti akan memastikan Inter Milan pulang dengan rasa percaya diri tinggi. Tambahan tiga angka akan membuat laga kontra Parma di awal Mei menjadi panggung yang sempurna bagi Inter untuk berpesta di hadapan pendukungnya sendiri.