Influencer komunitas 'looksmaxxing', Braden Peters alias Clavicular, dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami overdosis saat melakukan siaran langsung pada Selasa (14/4/2026). Insiden tersebut terjadi ketika pemuda berusia 20 tahun itu tengah berinteraksi di area pusat perbelanjaan dan restoran, sebagaimana dilansir dari Wolipop.
Kondisi Peters dilaporkan tidak stabil selama siaran berlangsung dengan ucapan yang terdengar pelo dan berada di bawah pengaruh zat tertentu. Laporan dari People mengonfirmasi bahwa ia sedang bersama dua influencer lain saat kejadian darurat tersebut berlangsung di hadapan penonton digitalnya.
"Gila aku lagi berusaha semampunya, tapi aku benar-benar hancur sekarang," katanya Peters kepada seorang perempuan muda dalam siaran tersebut.
Hingga saat ini, jenis zat yang dikonsumsi oleh Peters sebelum insiden tersebut belum diketahui secara pasti oleh publik. Pihak medis maupun perwakilan resmi Peters belum memberikan keterangan detail mengenai kondisi kesehatan terkininya setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Rekan Peters, Androgenic, memberikan penjelasan mengenai situasi kritis di balik layar melalui platform media sosial X. Ia memberikan kesaksian mengenai betapa cepatnya kondisi kesehatan Peters menurun saat itu.
"Saya belum pernah melihat dia dalam kondisi seperti ini sebelumnya. Dari yang awalnya masih bicara, dia jadi hampir tidak responsif hanya dalam hitungan detik. Dalam satu menit kami semua sadar situasinya, mematikan siaran, mengangkatnya, dan langsung membawanya ke rumah sakit," tulis Androgenic.
Beberapa hari sebelum kejadian ini, Peters sempat muncul dalam program 60 Minutes Australia untuk membahas fenomena looksmaxxing. Jurnalis Adam Hegarty sempat menanyakan hubungannya dengan figur kontroversial Andrew Tate yang memicu reaksi emosional dari Peters.
"Sepertinya kamu mau membuat ini jadi politis. Jangan coba bawa pertanyaan ke arah itu dengan saya. Saya tidak akan bermain politik," ujarnya Peters saat diwawancarai.
Selain aktivitas digitalnya, Peters memiliki catatan hukum termasuk penangkapan oleh Kepolisian Fort Lauderdale pada 26 Maret atas tuduhan kekerasan. Ia juga dikenal sering mempromosikan metode ekstrem untuk mengubah penampilan fisik, termasuk penggunaan zat terlarang dan hormon sejak usia dini.