Kai Havertz mencatatkan namanya dalam buku sejarah Liga Champions meski gagal membawa Arsenal menjadi juara. Langkah The Gunners terhenti setelah kalah adu penalti 3-4 dari PSG dalam laga final yang dramatis.
Pertandingan puncak musim 2025-2026 tersebut digelar di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu malam waktu setempat. Arsenal sempat memimpin lebih dulu lewat gol cepat yang dilesakkan Havertz pada menit keenam.
Gol tersebut bermula dari kesalahan bek PSG, Marquinhos, yang bermaksud menyapu bola namun justru mengenai tubuh Leandro Trossard. Bola liar tersebut jatuh ke kaki Havertz yang langsung membawanya masuk ke kotak penalti lawan.
Pemain asal Jerman ini dengan tenang melepaskan sepakan kaki kiri dari sudut sempit sebelum bek lawan sempat menutup ruang. Meski akhirnya Arsenal kalah, gol ini menempatkan Havertz dalam jajaran elit pencetak gol di final Liga Champions.
Mengulang Sejarah Lima Tahun Silam
Bagi Kai Havertz, momen membobol gawang lawan di partai final bukanlah hal yang baru. Lima tahun lalu, ia melakukan hal serupa saat masih membela Chelsea di final musim 2021.
Kala itu, Havertz menjadi pahlawan tunggal kemenangan Chelsea atas Manchester City melalui golnya di menit ke-42. Keberhasilan mencetak gol untuk dua klub berbeda di partai final Liga Champions adalah prestasi yang sangat jarang terjadi.
Berdasarkan data statistik dari Opta Sports, hanya ada dua nama besar lain yang sanggup mencatatkan rekor serupa. Mereka adalah penyerang legendaris Cristiano Ronaldo dan Mario Mandzukic.
Meski sama-sama mencetak gol, nasib para pemain ini berbeda dalam urusan mengangkat trofi juara. Havertz kini merasakan pengalaman pahit yang sebelumnya pernah dialami oleh Mandzukic.
Persamaan Nasib dengan Mandzukic dan Ronaldo
Mario Mandzukic pernah mencetak gol di final untuk Bayern Muenchen pada tahun 2013 dan Juventus di tahun 2017. Ia berhasil membawa Bayern juara, namun harus puas menjadi runner-up bersama Juventus.
Kondisi yang sedikit berbeda dialami oleh Cristiano Ronaldo yang tampil sangat dominan. Ronaldo sukses mencetak gol di final bersama Manchester United (2008) serta Real Madrid (2014 dan 2017) yang semuanya berakhir dengan gelar juara.
Berikut adalah detail rekor gol pemain yang mencetak skor di final Liga Champions untuk dua klub berbeda:
| Nama Pemain | Klub (Tahun) | Skor Pertandingan |
|---|---|---|
| Cristiano Ronaldo | Man United (2008) & Real Madrid (2014, 2017) | Menang (Semua Final) |
| Mario Mandzukic | Bayern Muenchen (2013) & Juventus (2017) | Menang (2013), Kalah (2017) |
| Kai Havertz | Chelsea (2021) & Arsenal (2026) | Menang (2021), Kalah (2026) |
Tabel di atas merangkum daftar pemain yang mampu tampil konsisten di partai puncak turnamen paling bergengsi di Eropa. Data ini menunjukkan betapa sulitnya menjaga performa tinggi saat berpindah klub besar.
Kai Havertz kini resmi masuk dalam daftar kolektor gol langka tersebut. Meskipun ia harus merasakan kesedihan setelah Arsenal kalah dalam babak adu penalti yang menegangkan di Budapest.