Harper Beckham yang merupakan putri bungsu Victoria dan David Beckham menghadapi hambatan saat berupaya merintis bisnis kecantikan di Amerika Serikat melalui pengajuan merek dagang Hiku By Harper. Remaja berusia 14 tahun tersebut mendapatkan penolakan dari otoritas terkait meskipun telah memiliki rencana ekspansi pasar internasional.
Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat dilaporkan tidak meloloskan permohonan tersebut karena adanya potensi konflik dengan entitas bisnis lain yang sudah terdaftar. Penolakan ini menjadi tantangan awal bagi Harper di tengah upayanya membangun karier mandiri terlepas dari nama besar kedua orang tuanya.
Berdasarkan laporan The Sun yang dilansir dari Wolipop, nama Harper ternyata telah digunakan sebelumnya untuk lisensi penjualan produk sikat dan sapu. Sementara itu, identitas merek Hiku sudah diregistrasikan oleh perusahaan lain yang bergerak di sektor penjualan wewangian serta perlengkapan mandi.
Kondisi berbeda dialami Harper di negara asalnya, di mana nama Hiku by Harper sudah resmi terdaftar di Inggris. Melalui brand tersebut, ia berencana menawarkan berbagai varian produk perawatan kulit dan kecantikan yang mengadopsi konsep K-beauty khusus untuk segmentasi konsumen muda.
Seorang sumber memberikan penjelasan mengenai arah pengembangan bisnis yang ditekuni oleh putri pesepak bola legendaris tersebut.
"Harper menyukai mode dan riasan, dan sudah mulai membuat tutorial makeup. Rencananya adalah menciptakan merek yang ditujukan untuk pasar lebih muda, mengambil inspirasi dari budaya pop dan kecantikan Korea," ungkap seorang sumber.
Rencana peluncuran merek ini juga didorong oleh minat Harper terhadap budaya pop dan tutorial tata rias yang sering ia bagikan. Saat ini, fokus pengembangan diarahkan pada produk yang terinspirasi dari tren kecantikan Korea Selatan guna menarik minat pasar generasi muda di Inggris.