Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menetapkan harga tiket pertandingan final Piala Dunia 2026 mencapai 10.990 USD atau sekitar Rp 189 juta pada periode penjualan April. Kenaikan drastis ini melampaui harga tiket edisi sebelumnya di Qatar dan Rusia.
Lonjakan harga ini menjadi sorotan tajam karena nilai tiket termurah pada pembukaan Desember lalu dimulai dari 140 USD atau sekitar Rp 2,4 juta. Berdasarkan laporan Al Jazeera yang dilansir dari Detik Sport, kurs yang berlaku mencapai Rp 17.222 per dolar AS.
Pakar olahraga dari Emlyon Business School di Shanghai, Simon Chadwick, menganalisis bahwa strategi penetapan harga ini menyasar kelompok ekonomi tertentu. Kelompok ini dianggap tetap akan membeli tiket demi pengalaman menonton turnamen sepak bola terbesar di dunia.
"Konsumen memiliki kecenderungan kuat untuk berbelanja, yang sebagian di antaranya adalah segmen harga premium. Sehingga FIFA berpeluang menghasilkan pendapatan yang berpotensi tinggi," jelas Simon Chadwick, Pakar olahraga dan profesor Emlyon Business School.
Ia juga menyoroti kebiasaan pasar di Amerika Serikat yang sudah familiar dengan fluktuasi harga tiket secara mendadak. Hal tersebut memfasilitasi FIFA dalam menerapkan strategi komersial mereka.
"Apalagi, konsumen di AS khususnya terbiasa dengan penyesuaian harga tiket secara real-time, yang dapat mengakibatkan kenaikan dan penurunan harga tiket masuk," tambah Simon Chadwick, Pakar olahraga dan profesor Emlyon Business School.
Lebih lanjut, Chadwick menilai penggunaan harga dinamis merupakan langkah strategis organisasi untuk meraup keuntungan finansial maksimal selama turnamen berlangsung pada musim panas mendatang.
"Ketika digunakan bersamaan dengan strategi penetapan harga premium, tiket dinamis jelas merupakan upaya untuk memanen pendapatan, karena FIFA berupaya memaksimalkan keuntungan finansial dari turnamen musim panas ini," tambah Simon Chadwick, Pakar olahraga dan profesor Emlyon Business School.
Kebijakan ini menuai gelombang kritik dari berbagai pihak, termasuk sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat. Mereka mendesak agar harga tiket diturunkan karena sistem penetapan harga saat ini dinilai telah mengubah Piala Dunia menjadi ajang eksklusif yang hanya bisa diakses kalangan tertentu.
Menanggapi tekanan tersebut, FIFA menyatakan bahwa mereka menggunakan sistem penetapan harga variabel. Sistem ini diklaim berbeda dengan harga dinamis otomatis karena penyesuaian dilakukan secara manual berdasarkan peninjauan terhadap permintaan dan ketersediaan tiket yang ada.
Sebagai perbandingan, tiket kursi termahal untuk final Piala Dunia Qatar 2022 dipatok pada harga 1.604 USD. Angka tersebut sudah meningkat 46 persen jika dibandingkan dengan harga tiket final Piala Dunia 2018 di Rusia yang sebesar 1.100 USD.
Para suporter kini harus menghadapi kenyataan biaya menonton yang sangat tinggi. Beban finansial ini semakin berat mengingat tarif pesawat internasional juga sedang mengalami kenaikan signifikan menjelang penyelenggaraan turnamen tersebut.