Dunia One Piece karya Eiichiro Oda menyimpan banyak rahasia mengenai karakter yang pernah menduduki posisi penting, salah satunya adalah Hanafuda. Sosok misterius ini tercatat sebagai mantan anggota Shichibukai dalam garis waktu cerita sebelum era Luffy dimulai.
Dilansir dari Media Indonesia, identitas Hanafuda terungkap melalui informasi dalam majalah One Piece Magazine Vol. 14 dan 16 lengkap dengan sketsa resmi dari Oda. Ia memiliki julukan King of Lizards atau Raja Kadal yang menggambarkan kekuatannya.
Hanafuda merupakan penguasa lautan pada periode awal saat Portgas D. Ace baru memulai debutnya bersama kru bajak laut Spade. Hingga kini, rincian mengenai silsilah keluarga maupun asal wilayahnya masih sangat terbatas dalam data resmi.
Keberadaan Hanafuda menjadi jembatan narasi penting untuk menunjukkan level kekuatan Ace di masa muda. Posisi Shichibukai yang ia duduki terbukti tidak absolut aman dari tantangan bajak laut pendatang baru yang ambisius.
Kekuatan dan Koleksi Buah Iblis Zoan Kuno
Eiichiro Oda memberikan petunjuk signifikan mengenai kemampuan bertarung Hanafuda meskipun duelnya tidak ditampilkan secara detail pada manga utama. Karakter ini dikenal sebagai kolektor Buah Iblis tipe Ancient Zoan atau Zoan Kuno yang sangat langka.
Hanafuda memiliki postur tubuh raksasa yang jauh lebih tinggi daripada manusia normal pada umumnya di dunia One Piece. Keunggulan fisik ini dipadukan dengan penggunaan senjata tajam berupa sabit besar dalam pertempuran brutal.
Berdasarkan sketsa resminya, ia sering mengenakan pakaian dengan motif tulang belulang dinosaurus yang mempertegas obsesinya terhadap reptil purba. Hobi uniknya mengoleksi buah iblis langka memicu teori penggemar mengenai keterkaitannya dengan pasar gelap.
Kekalahan Krusial dari Portgas D. Ace
Momen paling menentukan dalam karier bajak laut Hanafuda adalah kekalahannya di tangan Portgas D. Ace. Pertarungan sengit tersebut terjadi saat Ace sedang dalam perjalanan menuju New World untuk menantang kekuasaan di sana.
Kemenangan Ace atas Hanafuda menyebabkan kekosongan kursi dalam organisasi Tujuh Panglima Perang Laut. Pemerintah Dunia kemudian menawarkan posisi Shichibukai kepada Ace sebagai pengganti Hanafuda, meski tawaran tersebut akhirnya ditolak oleh putra Gol D. Roger itu.
Sosok Hanafuda merepresentasikan era transisi kekuasaan antara generasi lama menuju era baru yang lebih kacau. Meskipun perannya tergolong singkat dalam narasi besar, dampaknya sangat besar terhadap reputasi dan kenaikan nama Portgas D. Ace di mata dunia.