Penyerang PSS Sleman, Gustavo Tocantins, berpeluang memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub saat menghadapi Persiba Balikpapan pada Minggu (26/4/2026). Pemain asal Brasil tersebut saat ini telah mengoleksi 36 gol selama dua musim berseragam Elang Jawa.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, memberikan instruksi khusus kepada anak asuhnya untuk mendukung pencapaian pribadi sang striker dalam laga tandang mendatang. Dilansir dari Kompas, Gustavo hanya membutuhkan satu gol tambahan untuk mengukir sejarah baru bagi klub asal Sleman tersebut.
"Dia merupakan striker terbaik kita. Semua pemain harus bisa mendukung dia supaya dia bisa mendapatkan rekor tersebut," kata Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Ansyari menegaskan pentingnya kolaborasi tim di lapangan untuk memuluskan langkah Gustavo meraih prestasi tersebut. Dukungan penuh rekan setim dinilai menjadi kunci bagi produktivitas lini depan PSS dalam menghadapi sisa kompetisi musim ini.
Berdasarkan data Liga Indonesia Baru per Jumat (24/4), kontribusi Gustavo terlihat sangat signifikan dalam dua musim terakhir. Ia mencetak 16 gol dari 34 laga pada musim 2024-25, dan telah membukukan 20 gol dari 23 penampilan pada musim 2025-26.
| Musim | Penampilan | Gol | Kartu Kuning | Kartu Merah |
|---|---|---|---|---|
| Liga 1 2024-25 | 34 | 16 | 1 | 0 |
| Pegadaian Championship 2025-26 | 23 | 20 | 2 | 1 |
| Total | 57 | 36 | 3 | 1 |
PSS Sleman saat ini sedang memimpin klasemen Grup Timur dengan torehan 52 poin. Posisi mereka ditempel ketat oleh Persipura Jayapura di peringkat kedua dengan 50 poin dan Barito Putera yang menguntit di posisi ketiga dengan koleksi 49 poin.
Menghadapi sisa dua pertandingan musim ini, Ansyari Lubis menegaskan timnya tidak akan bermain aman demi mengunci tiket promosi. Ia menargetkan raihan poin penuh dalam setiap laga yang tersisa untuk menjaga mentalitas juara para pemain.
"Sapu bersih. Karena itu yang akan mengamankan jalan kita ke Liga 1. Tidak ada istilah harus main seri di sana atau di sini. Pertandingan itu harus kita ambil, ini final," tegas Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Pernyataan tersebut merujuk pada tekad tim untuk tetap agresif meskipun hasil imbang secara matematis sudah cukup untuk meloloskan mereka. Ansyari percaya bahwa kemenangan beruntun akan memberikan dampak psikologis yang positif bagi skuad Super Elja.
"Harus sapu bersih, karena kita enggak bisa berandai-andai. Ketika kita menang, moral dan kepercayaan diri akan meningkat," ujar Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Evaluasi teknis juga dilakukan tim pelatih dengan menyoroti tingkat konsentrasi pemain di awal babak kedua yang sering menurun. Selain itu, efektivitas dalam memanfaatkan peluang di depan gawang lawan menjadi catatan utama jelang keberangkatan ke Balikpapan.
"Dalam sepak bola, satu pemain yang tidak fokus akan berdampak ke hasil pertandingan," kata Ansyari, Pelatih PSS Sleman.
Manajemen PSS Sleman berencana membawa sekitar 22 pemain untuk melakoni laga di markas Persiba Balikpapan. Kondisi fisik seluruh pemain dilaporkan dalam keadaan bugar tanpa ada kendala cedera maupun hukuman akumulasi kartu.