Manajer Manchester City, Pep Guardiola, meminta otoritas Premier League agar tidak mengintervensi kebijakan rotasi pemain yang mungkin dilakukan manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, pada laga pamungkas musim ini. Permintaan tersebut berkaitan dengan jadwal padat Palace yang harus menghadapi Arsenal sekaligus final kompetisi Eropa, sebagaimana dilansir dari Bola.
Keputusan susunan pemain Crystal Palace menjadi sorotan karena tim asuhan Glasner dijadwalkan bertanding di final UEFA Conference League melawan Rayo Vallecano, hanya tiga hari setelah laga pekan terakhir Liga Inggris. Kondisi ini memicu spekulasi penggunaan pemain lapis kedua demi menjaga kebugaran pilar utama.
Guardiola memberikan dukungan penuh kepada Glasner untuk menentukan strategi terbaik tanpa adanya tekanan eksternal dari pihak pengelola liga. Hal ini disampaikan menjelang pertandingan Manchester City kontra Crystal Palace pada Kamis (14/5/2026).
"Biarkan para pelatih melakukan apa yang harus mereka lakukan," ujar Guardiola, Manajer Manchester City.
Juru taktik asal Spanyol tersebut menilai bahwa independensi pelatih dalam mengambil keputusan teknis sangat krusial bagi keharmonisan kompetisi. Ia berharap pihak penyelenggara tetap berada di luar koridor keputusan internal klub.
"Semakin sedikit Premier League terlibat dalam keputusan-keputusan seperti ini, akan semakin baik bagi kami semua. Jadi biarkan semuanya berjalan, dan para pelatih melakukan tugas mereka. Tidak ada masalah," kata Guardiola, Manajer Manchester City.
Di sisi lain, Oliver Glasner menyatakan tanggung jawab utamanya adalah memberikan hasil terbaik bagi Crystal Palace, bukan menjaga kepentingan tim lain yang sedang berebut gelar juara. Ia menegaskan bahwa integritas kompetisi dihitung dari keseluruhan musim, bukan hanya satu pertandingan akhir.
"I belum tahu apa yang akan kami lakukan nanti. Mungkin kami akan memainkan susunan pemain yang sama seperti saat menghadapi Rayo," kata Glasner, Manajer Crystal Palace.
Pelatih asal Austria itu juga menganggap kritik mengenai potensi rotasi pemain sebagai pandangan yang tidak relevan. Menurutnya, kegagalan sebuah tim dalam meraih gelar tidak bisa dibebankan kepada hasil pertandingan klub lain.
"Pada akhirnya perebutan gelar ditentukan oleh 38 pertandingan dan semua tim mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan," ujar Glasner, Manajer Crystal Palace.
Glasner menambahkan bahwa rotasi merupakan hal lumrah yang sering terjadi sepanjang musim dan dampaknya dirasakan oleh semua pesaing gelar sejak pekan pertama.
"Bukan hanya pertandingan terakhir yang menentukan. Ada 37 pertandingan sebelumnya. Jika ada tim lain melakukan rotasi melawan City atau Arsenal, itu juga memengaruhi persaingan gelar," tutur Glasner, Manajer Crystal Palace.
Pernyataan tegas Glasner ditutup dengan penekanan bahwa fokus klub saat ini adalah mencapai kesuksesan di kancah Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
"Saya tidak bertanggung jawab terhadap Arsenal dan saya juga tidak bertanggung jawab terhadap Manchester City. Saya bertanggung jawab terhadap Crystal Palace dan saya dibayar untuk melakukan yang terbaik bagi Crystal Palace," ujar Glasner, Manajer Crystal Palace.