Manajer Manchester City Pep Guardiola mengungkapkan pandangan realistis mengenai peluang timnya dalam perburuan gelar juara Premier League setelah ditahan imbang Everton. Hasil imbang dalam laga terbaru tersebut membuat selisih poin The Citizens dengan Arsenal yang berada di puncak klasemen kini melebar menjadi lima poin.
Sebagaimana dilansir dari Suara, Guardiola mengakui situasi tersebut membuat kendali atas trofi liga tidak lagi berada sepenuhnya di tangan skuad asuhannya. Meskipun Manchester City masih mengantongi satu tabungan pertandingan, pelatih asal Spanyol itu menyadari timnya kini memerlukan bantuan hasil dari tim lain untuk melampaui posisi Arsenal.
Guardiola tetap memberikan apresiasi terhadap performa para pemainnya yang dinilai tampil sangat dominan sebelum jeda antarbabak. Namun, ia menyayangkan hilangnya kontrol permainan pada paruh kedua pertandingan yang berujung pada gol penyeimbang lawan.
"Performa yang sangat bagus. Kami main dengan luar biasa pada babak pertama. Itu cukup sulit mengingat kondisi fisik mereka," ucap Guardiola.
Mantan pelatih Barcelona tersebut menjelaskan bahwa perubahan strategi lawan pada babak kedua memberikan tekanan fisik dan agresivitas yang tinggi terhadap lini pertahanan timnya.
"Pada babak kedua mereka melakukan perubahan. Kami tidak bisa mengontrol dan kami memberi gol cuma-cuma. Setelah itu mereka bangkit dan memainkan pertandingan yang sangat Inggris sekali, sangat agresif dalam duel. Secara umum kami menampilkan performa yang sangat bagus," imbuh Guardiola.
Setelah kehilangan poin penuh, Manchester City kini fokus untuk menyapu bersih sisa pertandingan yang tersedia di kompetisi domestik. Guardiola menegaskan semangat pantang menyerah tetap menjadi prioritas utama meskipun posisi mereka kini menjadi pengejar klasemen.
"Kami meraih satu poin dan sampai semua berakhir, kami akan terus berjuang. Ini lebih baik dibanding kalah," beber Guardiola.
Ia juga menyoroti perubahan posisi tawar tim dalam persaingan menuju takhta juara musim ini dibandingkan pekan-pekan sebelumnya.
"Kami bermain untuk menang. Ini menunjukkan seperti apa tim ini. Kami mencoba dan kami sudah melakukannya. Ini bukan di tangan kami. Sebelumnya ada di tangan kami. Sekarang, tidak," tambah Guardiola.
Target jangka pendek klub adalah memenangkan empat laga sisa di Premier League sambil menanti potensi kesalahan dari kubu lawan.
"Kami harus melakukannya dalam empat pertandingan yang kami miliki di Premier League. Ini akan mirip seperti saat melawan Brentford. Kita lihat saja apa yang akan terjadi," jelas Guardiola.
Pada bagian akhir, sang manajer memberikan pengakuan atas strategi bertahan yang diterapkan Everton selama pertandingan berlangsung.
"Ini tidak mudah karena mereka bermain sangat baik dalam bertahan dengan 10 pemain dan ada transisi Beto dan Dewsbury-Hall. Bermain tandang melawan Everton selalu sulit dan saya memuji mereka atas ketenangan dan agresivitas mereka," tutup Guardiola.