Glorya Nayoan Tembus Enam Besar Puteri Indonesia 2026

Glorya Nayoan Tembus Enam Besar Puteri Indonesia 2026
Foto: Ilustrasi Glorya Nayoan Tembus Enam Besar Puteri Indonesia 2026.

Glorya Stevany Yame Nayoan yang mewakili Papua berhasil meraih posisi enam besar dalam malam puncak Puteri Indonesia 2026 di Plenary Hall Jakarta Convention Center pada 24 April 2026. Keberhasilan tersebut dicapai setelah seluruh finalis menuntaskan masa karantina intensif sebelum babak final dimulai.

Dilansir dari Suara, sesi tanya jawab untuk posisi enam besar melibatkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang memberikan pertanyaan kepada Glorya sebagai finalis terakhir dalam urutan tersebut. Namun, pernyataan pembuka dari sang menteri memicu perhatian publik karena menyinggung asal daerah sang finalis.

"Kamu masuk Top 6, saya pakai bahasa Indonesia saja, ya, saya yakin kamu dari Papua akan lebih cinta Indonesia," ujar Maman Abdurrahman, Menteri UMKM.

Pernyataan itu dianggap oleh sebagian pihak mengandung asumsi sensitif terkait latar belakang kedaerahan dalam konteks kompetisi tingkat nasional. Menanggapi situasi tersebut, Glorya tetap memberikan jawaban terkait pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Menurut saya, peran perempuan untuk ekonomi usaha UMKM di Indonesia itu sangat penting karena kita perlu mengembangkan potensi yang ada," lanjut Glorya Stevany Yame Nayoan, Finalis Puteri Indonesia 2026.

Glorya memaparkan pandangannya mengenai kesetaraan gender dalam dunia bisnis yang dinilainya kini semakin inklusif bagi kaum perempuan. Hal ini dianggap sebagai modal penting untuk memperkuat stabilitas ekonomi nasional di masa mendatang.

"Sebagai perempuan, kita sudah sama setara dengan laki-laki dan bisa berusaha untuk memajukan ekonomi Indonesia," tambah Glorya Stevany Yame Nayoan.

Optimisme ditunjukkan sang finalis melalui gagasan sinergi antara pelaku usaha perempuan dengan kebijakan pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membawa produk lokal ke pasar global yang lebih luas.

"Hal ini bisa dikolaborasikan dengan pemerintah untuk memajukan ekonomi usaha hingga ke kancah internasional," sambung Glorya Stevany Yame Nayoan.

Interaksi di atas panggung tersebut kemudian menuai berbagai reaksi dari warganet yang menyayangkan pilihan kata yang digunakan oleh menteri saat sesi tanya jawab berlangsung. Kritik yang muncul menyoroti adanya perbedaan perlakuan yang dianggap tidak konsisten terhadap para finalis.

"Sayangnya ada statement beliau yang kurang enak didengar saat menyebut finalis Papua lebih cinta Indonesia," tulis seorang warganet.

Artikel terkait

Rekomendasi