Anthony Ginting Waspadai Kekuatan Tunggal Prancis di Thomas Cup 2026

Anthony Ginting Waspadai Kekuatan Tunggal Prancis di Thomas Cup 2026
Foto: Ilustrasi Anthony Ginting Waspadai Kekuatan Tunggal Prancis di Thomas Cup 2026.

Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, memproyeksikan persaingan ketat di Grup D Thomas Cup 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 24 April 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Sport, Indonesia akan bersaing dengan Aljazair, Thailand, dan Prancis guna memperebutkan tiket fase gugur.

Prancis diprediksi menjadi tantangan terberat bagi skuad Merah Putih karena memiliki kedalaman materi pemain di sektor tunggal putra. Tim tersebut diperkuat oleh nama-nama seperti Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov yang baru saja membawa Prancis menumbangkan Denmark di ajang beregu putra Eropa 2026.

"Ya kalau kita lihat keseluruhan tim, khususnya di tunggal lah ya, dari tunggal 1 sampai 4 memang bisa dibilang cukup ketat lah ya," kata Ginting, tunggal putra Indonesia.

Pebulutangkis peringkat atas dunia tersebut mengakui bahwa performa para pemain tunggal Prancis saat ini sedang dalam kondisi impresif di level internasional.

"Maksudnya dari Prancis sendiri bisa dibilang cukup kuat nomor tunggalnya. Tapi kalau lihat secara keseluruhan lagi, memang (pemain) tunggal kita juga kuat." lanjut Ginting.

Meski mewaspadai kekuatan lawan, Indonesia tetap percaya diri karena memiliki komposisi pemain yang berimbang. Selain Ginting, tim putra mengandalkan Jonatan Christie, Alwi Farhan, serta pemain muda Mohammad Zaki Ubaidillah untuk menjaga stabilitas poin di nomor tunggal.

"Kita punya Jonatan (Christie), Alwi (Farhan), Ubed (Mohammad Zaki Ubaidillah), dan di keempat juga ada saya. Jadi memang tinggal nanti menentukan strateginya bakal bagaimana, atau nanti juga para pelatih sama Binpres susun strateginya seperti apa," papar Ginting, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020.

Kesiapan strategi menjadi fokus utama jajaran pelatih dan Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PBSI sebelum tim bertolak menuju Horsens untuk memulai kompetisi.

"Tapi kalau lihat kekuatannya ya kami optimis sih. Maksudnya tetap kita yakin sama kekuatan yang dipunya," ujar Ginting.

Indonesia berencana menghadapi setiap lawan secara bertahap dengan memberikan perhatian penuh pada setiap laga, termasuk saat menghadapi tim yang secara peringkat berada di bawah mereka.

"Tetap kami coba siapkan satu-satu dulu sih. Mulai dari Aljazair-nya kayak bagaimana, kita juga tidak bisa (pandang) sebelah mata Thailand juga kan, jadi (fokus) satu match, satu match," tutur Ginting.

Ia menegaskan bahwa status unggulan di atas kertas bukan merupakan jaminan mutlak untuk meraih kemenangan karena hasil akhir ditentukan oleh performa di atas lapangan.

"Mungkin kalau secara di atas kertas, banyak yang bilang lebih unggul atau bagaimana, tapi mainnya kan bukan di atas kertas, kami main di atas lapangan, (artinya) semua bisa terjadi gitu." tambah Ginting.

Persiapan mental dan fisik sebelum pertandingan menjadi faktor penentu yang akan diperhatikan oleh tim Indonesia demi menghindari kejutan dari tim lawan.

"Jadi memang mau ranking berapa pun, tinggi atau di bawah, itu enggak menentukan bakal jadi pemenangnya. Tetap paling penting ya fokus dari persiapannya, sebelum match-nya bagaimana," kata Ginting.

Artikel terkait

Rekomendasi