Legenda Liverpool Steven Gerrard memberikan saran teknis kepada Arsenal untuk memasang Eberechi Eze dan Bukayo Saka sebagai starter pada laga leg kedua semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid yang dijadwalkan pada Rabu (6/5/2026).
Saran tersebut muncul setelah Arsenal ditahan imbang Atletico Madrid dengan skor 1-1 pada leg pertama di Stadion Civitas Metropolitano, Kamis (30/4/2026) dini hari WIB, lewat gol penalti Viktor Gyokeres dan balasan Julian Alvarez, sebagaimana dilansir dari Bola.
Dalam pertandingan pertama tersebut, manajer Arsenal menurunkan Gabriel Martinelli serta Noni Madueke di posisi sayap sejak awal laga. Eberechi Eze baru masuk menggantikan Martin Odegaard pada menit ke-58, sementara Bukayo Saka menggantikan Madueke pada menit ke-69 setelah tim lawan menyamakan kedudukan.
Mantan kapten Inggris tersebut menegaskan pentingnya kehadiran Eze sejak menit pertama untuk meningkatkan daya dobrak tim berjuluk The Gunners tersebut.
"Saya rasa di leg kedua mereka harus menurunkan Eze," katanya kepada TNT Sports setelah pertandingan," ujar Gerrard.
Gerrard menilai pemain tersebut mampu memberikan dimensi permainan yang berbeda bagi skuat asuhan Mikel Arteta.
"Menurut saya, dia memberi mereka sedikit lebih banyak semangat, sedikit lebih banyak kekuatan. Dia terlihat sedikit lebih berbahaya bagi saya," kata Gerrard.
Keputusan rotasi pemain memang dapat dimaklumi, namun Gerrard menekankan bahwa panggung besar Liga Champions membutuhkan pemain-pemain terbaik di lapangan.
"Anda bisa memahami keinginan mereka untuk melakukan perubahan dan menyegarkan energi serta merombak skuad, tetapi Anda memainkan pemain terbaik di leg kedua semifinal Liga Champions," imbuh Gerrard.
Selain memberikan kritik taktik, Gerrard turut melayangkan apresiasi tinggi terhadap performa Declan Rice yang mengawal lini tengah dengan sangat baik selama pertandingan berlangsung.
"Saya pikir Declan Rice luar biasa, terutama di babak pertama," tambah Gerrard.
Rice dinilai sukses menjalankan peran yang lebih dalam untuk membantu proses distribusi bola dari lini belakang demi mengatasi tekanan tinggi dari penyerang Atletico.
"Dia dominan, baik saat menguasai bola maupun tidak, memainkan peran sedikit berbeda, sedikit lebih dalam," ujar Gerrard.
Adaptasi posisi yang dilakukan Rice dianggap menjadi kunci Arsenal dalam mempertahankan penguasaan bola meski terus ditekan oleh lawan.
"Saya pikir dia diminta untuk mundur di antara bek tengah hanya untuk memberi mereka pemain tambahan dalam membangun serangan karena mereka menekan dengan dua penyerang tengah," kata Gerrard.
Gerrard menutup ulasannya dengan memuji postur serta kemampuan Rice dalam merebut bola yang konsisten sepanjang laga.
"Tapi saya pikir saat tidak menguasai bola, cara dia merebut bola, cara dia bergerak, dia memiliki postur tubuh dan profil yang bagus. Saya pikir itu adalah penampilan luar biasa darinya sekali lagi," imbuh Gerrard.