Furky Syahroni Ungkap Rahasia Persiapan Fisik Ekspedisi Gunung 8.000 Meter

Furky Syahroni Ungkap Rahasia Persiapan Fisik Ekspedisi Gunung 8.000 Meter
Foto: Ilustrasi Furky Syahroni Ungkap Rahasia Persiapan Fisik Ekspedisi Gunung 8.000 Meter.

Pendaki perempuan Furky Syahroni menunjukkan keseriusan tinggi dalam menghadapi setiap tantangan medan ekstrem di berbagai puncak dunia. Baginya, persiapan matang adalah kunci utama sebelum memulai perjalanan ke gunung berketinggian tinggi.

Dilansir dari Detik Travel, aktivitas mendaki gunung atau high altitude mountaineering kini bukan sekadar hobi bagi Furky. Kegiatan ini telah bertransformasi menjadi sarana utama untuk menjaga kebugaran tubuhnya secara optimal.

Kedua aspek tersebut kini menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam kesehariannya. Begitu target pendakian ditetapkan, Furky segera menyusun strategi persiapan yang menyeluruh, mulai dari teknis hingga non-teknis.

Latihan fisik yang dijalani Furky mencakup berbagai elemen penting untuk memastikan ketahanan tubuh di ketinggian. Program tersebut dirancang secara ketat dan terbagi ke dalam tiga kelompok utama guna menghadapi tantangan alam.

Pertama adalah latihan kardio ekstra yang dilakukan dengan berlari secara rutin sebanyak 3-4 kali dalam sepekan. Latihan ini difokuskan untuk memperkuat daya tahan jantung serta kapasitas paru-paru pendaki.

Kedua, Furky melakukan latihan beban atau weight training dengan intensitas 4-5 kali seminggu. Fokus utama dari sesi ini adalah memperkuat otot-otot penyangga tubuh agar mampu menopang beban selama ekspedisi berlangsung.

Ketiga adalah latihan spesifik yang menggabungkan simulasi langsung di lapangan. Aktivitas ini meliputi kegiatan hiking, trail run, hingga sesi climbing untuk mengasah keterampilan teknis di medan yang sebenarnya.

Rutinitas padat yang dijalankannya mempertegas prinsip bahwa pendakian gunung tinggi memerlukan kesiapan nyata. Ia meyakini bahwa keterampilan dan fisik yang teruji jauh lebih penting daripada sekadar bermodalkan keberanian semata.

Mengejar Mimpi di Puncak Dunia

Latihan intensif tersebut dianggap Furky sebagai sebuah kebutuhan mendasar, terutama karena ia memiliki target besar dalam karier pendakiannya. Ia berambisi untuk menuntaskan ekspedisi di puncak-puncak tertinggi bumi.

"Mimpi besar saya adalah mendaki seluruh 14 puncak 8.000 meter di dunia. Itu perjalanan panjang, tapi saya ingin menjalaninya satu per satu sambil terus berkembang sebagai manusia juga," kata Furky.

Lantaran mendaki gunung sudah menjadi bagian dari profesionalismenya, Furky kini mengalihkan hobi lamanya menjadi kegiatan yang lebih santai di rumah. Jadwal latihan yang sangat padat membuatnya tidak memiliki banyak waktu luang di luar pekerjaan.

Kesibukannya semakin bertambah karena ia juga harus mengelola beberapa tanggung jawab profesional lainnya secara bersamaan. Di sela-sela waktu terbatas yang dimilikinya, ia memilih aktivitas hiburan yang sederhana untuk melepas penat.

"Misal pun ada (waktu luang), saya sangat suka menonton film," ujar Furky.

Artikel terkait

Rekomendasi