Final Piala Dunia 2026 Gelar Halftime Show Pertama dalam Sejarah

Final Piala Dunia 2026 Gelar Halftime Show Pertama dalam Sejarah
Foto: Ilustrasi Final Piala Dunia 2026 Gelar Halftime Show Pertama dalam Sejarah.

Pertandingan final FIFA World Cup 2026 bakal mencetak sejarah baru lewat penyelenggaraan pertunjukan paruh waktu atau halftime show untuk pertama kalinya. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey.

Tiga musisi lintas generasi, yakni Madonna, Shakira, dan BTS, telah dikonfirmasi menjadi pengisi acara utama. Kehadiran para megabintang ini diproyeksikan mampu menarik perhatian ratusan juta penonton dari berbagai belahan dunia.

Seperti dikutip dari Popbela, pertunjukan berdurasi sekitar 11 menit ini dikurasi langsung oleh vokalis Coldplay, Chris Martin. Dalam proses produksinya, penyelenggara bekerja sama dengan organisasi internasional Global Citizen.

Pengumuman resmi mengenai proyek kolaborasi ini dirilis melalui tayangan video kreatif. Dalam video tersebut, Chris Martin tampak berkolaborasi dengan sejumlah karakter populer dari The Muppets seperti Elmo, Kermit, dan Miss Piggy.

Panggung paruh waktu ini menyajikan perpaduan musisi legendaris. Madonna kini tengah bersiap meluncurkan album terbarunya yang bertajuk Confessions II. Di sisi lain, Shakira kembali memeriahkan atmosfer sepak bola lewat lagu resmi turnamen berjudul Dai Dai.

Bagi BTS, penampilan di panggung final ini menjadi tonggak sejarah baru setelah mereka merilis album ARIRANG. Album tersebut berhasil menduduki posisi puncak pada tangga lagu Billboard 200.

Momen ini sekaligus memperkuat eksistensi grup asal Korea Selatan tersebut di industri musik global. Sebelumnya, salah satu anggota mereka, Jungkook, juga sempat tampil membawakan lagu Dreamers pada upacara pembukaan Piala Dunia 2022.

Misi Sosial dan Penggalangan Dana Pendidikan Anak

Selain berfungsi sebagai hiburan, pertunjukan paruh waktu ini juga mengusung misi kemanusiaan. Agenda ini menjadi bagian dari kampanye penggalangan dana untuk FIFA Global Citizen Education Fund.

Pihak penyelenggara menetapkan target pengumpulan dana sebesar $100 juta atau sekitar Rp1,6 triliun. Dana yang masuk nantinya akan dialokasikan untuk memperluas akses pendidikan serta mendukung pengembangan sepak bola anak-anak di skala global.

Saat ini, dana yang terkumpul telah melewati angka $30 juta atau berkisar Rp480 miliar. Sumber dana tersebut salah satunya berasal dari kontribusi senilai $1 dari setiap penjualan tiket pertandingan sepanjang turnamen berlangsung.

Kutipan langsung dari Chris Martin menegaskan esensi utama dari penyelenggaraan acara kolaboratif skala besar ini.

"Pertunjukan ini bukan hanya tentang musik, tetapi tentang menyatukan dunia untuk tujuan yang lebih besar," kata Chris Martin.

Artikel terkait

Rekomendasi