Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menegaskan bahwa Tim Nasional Iran tetap menjadi peserta resmi Piala Dunia 2026, sekaligus menolak wacana penggantian posisi mereka oleh Timnas Italia. Keputusan ini muncul setelah adanya usulan dari utusan khusus Presiden Amerika Serikat untuk mencoret Iran akibat ketegangan geopolitik yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Sebagaimana dilansir dari Detik Sport melalui laporan BBC, usulan tersebut diajukan oleh Paolo Zampolli yang merupakan utusan khusus Presiden Donald Trump. Zampolli menyarankan agar keikutsertaan Iran dibatalkan dan memberikan tempat tersebut kepada Italia yang sebelumnya gagal melaju melalui babak playoff.
Meskipun tekanan politik dari pemerintah Amerika Serikat menguat, FIFA tetap mempertahankan jadwal pertandingan Iran di turnamen tersebut. Skuad Iran tetap akan merumput di tanah Amerika Serikat untuk menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles masing-masing pada 15 dan 21 Juni, serta melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Pemerintah Iran merespons usulan tersebut dengan melayangkan kritik terbuka melalui platform media sosial X. Kedutaan Besar Iran menilai langkah Amerika Serikat tersebut sebagai refleksi dari ketidakmampuan moral dalam arena olahraga internasional.
"Upaya untuk mencoret Iran dari Piala Dunia hanya mengungkapkan 'kebangkrutan moral' Amerika Serikat," tulis Kedubes Iran.
Pihak kedutaan juga menambahkan bahwa manuver politik ini menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap kemampuan teknis tim nasional mereka. Penegasan tersebut disampaikan guna membela posisi para pemain muda yang telah bersiap menghadapi kompetisi tingkat dunia tersebut.
"Mereka bahkan takut akan kehadiran sebelas pemain muda Iran di lapangan," sindir Kedubes Iran.
Situasi ini menambah daftar panjang dinamika antara Amerika Serikat dan Iran yang kini merambah ke ranah sepak bola. Namun, dengan keputusan tetap dari FIFA, persiapan teknis Timnas Iran terus berlanjut sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan di kota-kota penyelenggara di Amerika Serikat.