Festival Storytelling Banten 2026 Sukses Lestarikan Identitas Budaya Lokal

Festival Storytelling Banten 2026 Sukses Lestarikan Identitas Budaya Lokal
Foto: Ilustrasi Festival Storytelling Banten 2026 Sukses Lestarikan Identitas Budaya Lokal.

Pelestarian identitas budaya lokal di kalangan generasi muda terus digalakkan. Festival Storytelling Cerita Rakyat Suara Nusantara Banten 2026 yang diinisiasi oleh Navaswara sukses dilaksanakan sebagai ruang ekspresi tradisi lisan, seperti dikutip dari Detikcom.

Ajang ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta yang menjadi panggung bagi para pendongeng muda. Mereka menginterpretasikan kembali kisah klasik dari Banten lewat pendekatan yang segar serta kreatif.

Proses seleksi yang ketat berhasil menyaring ratusan pendaftar hingga menyisakan para semifinalis. Kemampuan para peserta tersebut kemudian diuji secara langsung pada 16 Mei.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Managing Director Navaswara, Cahaya Manthovani, menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat pada tahun ini sangat tinggi. Lonjakan kepesertaan bahkan sudah terlihat sebelum masa penyisihan yang dilakukan melalui video di media sosial Instagram.

"Kami melihat kualitas penceritaan yang sangat luar biasa. Peserta tidak hanya menghafal naskah, tetapi juga menyiapkan kostum dan properti yang sangat detail. Ini membuktikan bahwa cerita rakyat tetap relevan jika diberikan ruang ekspresi yang tepat," ungkap Cahaya.

Penilaian kompetisi ini melibatkan juri dari berbagai latar belakang ahli. Proses seleksi dilakukan oleh Yuli Pratiwi, Yunita Andra Sukmastuti, Putri Dewi, dan Suci Yoskarina yang menjadi perwakilan Ayo Dongeng Indonesia.

Perspektif penilaian juga diperkaya oleh kehadiran tokoh literasi daerah. Ketua Read Aloud Serang, Ratna Puspa Indah, bersama Duta Bahasa Provinsi Banten, Raudloh Rida, turut memberikan sudut pandang berbeda dalam proses penjurian.

Apresiasi Pemerintah dan Tokoh Literasi

Kegiatan puncak festival ini mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah. Gubernur Banten, Andra Soni, hadir secara langsung dan menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif kebudayaan tersebut.

"Melalui Festival Suara Nusantara ini, kita tidak hanya mendengarkan cerita masa lalu, tetapi sedang menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada calon pemimpin masa depan," katanya.

Rangkaian acara puncak tidak hanya berisi tentang penganugerahan bagi para pemenang kompetisi. Panitia juga memberikan apresiasi khusus kepada tokoh literasi Banten yang dinilai konsisten dalam menggerakkan budaya tutur di tengah masyarakat.

Kesuksesan penyelenggaraan edisi kedua ini membuktikan bahwa narasi lokal masih memiliki daya tarik yang tinggi. Festival ini diharapkan dapat memicu lahirnya berbagai panggung literasi serupa pada masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi