Kota Bogor kembali menghadirkan pengalaman rekreasi unik melalui gelaran Sunset di Kebun Bogor 2026. Acara yang berlangsung pada 9 hingga 10 Mei 2026 di Kebun Raya Bogor ini menjadi alternatif liburan yang memadukan hiburan musik dengan suasana alam terbuka.
Dikutip dari Suara, festival ini mengusung konsep berbeda dengan mengintegrasikan pertunjukan musik, edukasi lingkungan, serta gerakan budaya. Pengunjung diajak menikmati harmoni nada di tengah pepohonan rindang dengan latar langit senja yang menenangkan.
Format acara ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton konser yang lebih intim dan hangat. Selain sebagai panggung bagi musisi favorit, Sunset di Kebun berfungsi sebagai ruang rehat sejenak dari rutinitas harian di tengah paru-paru kota.
Festival ini menampilkan deretan penampil dari berbagai aliran musik, mulai dari pop alternatif, indie, hingga folk. Kehadiran para musisi ini dibagi dalam dua hari pelaksanaan dengan energi yang beragam.
Pada hari pertama, panggung dimeriahkan oleh penampilan Fiersa Besari, Idgitaf, Bernadya, The Adams, serta Adrian Khalif. Penonton disuguhi narasi lagu yang puitis dan aransemen musik yang memikat di hari pembuka tersebut.
Memasuki hari kedua, suasana berubah dengan penampilan yang lebih energetik dari Barasuara dan .Feast. Selain itu, grup musik Rumahsakit, Hindia, dan Tanayu turut melengkapi daftar pengisi acara di hari terakhir festival.
Misi Konservasi dan Edukasi Lingkungan
Pesan kepedulian terhadap alam menjadi pilar utama dalam perhelatan ini. Melalui tema Music Show with Green, Conservation and Culture Movement, penyelenggara mengajak audiens untuk lebih mengenal pentingnya keberlanjutan ekosistem.
Presiden Direktur PT Mitra Natura Raya, Michael Bayu A Sumarijanto, memberikan penjelasannya mengenai visi acara tersebut.
"Kami ingin Sunset di Kebun Series menjadi ruang di mana hiburan dan edukasi berjalan bersamaan. Melalui program yang kami hadirkan, pengunjung dapat menikmati musik sekaligus mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan ekosistem."
Fasilitas interaktif tersedia di area Natura, di mana pengunjung dapat mengikuti berbagai workshop kreatif. Salah satu aktivitas yang diminati adalah seni merangkai bunga yang bertujuan mendekatkan publik dengan elemen flora nusantara.
Managing Director PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menambahkan bahwa festival ini menjadi medium efektif untuk menjangkau generasi muda.
"Sebagai pengelola Kebun Raya, kami membawa tanggung jawab untuk menjaga dan mengenalkan nilai konservasi kepada publik. Sunset di Kebun Series menjadi cara kami menyampaikan pesan tersebut melalui pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda, yaitu musik dan pengalaman langsung di alam."
Rekomendasi Wisata dan Kuliner Sekitar
Menghadiri festival musik di Bogor terasa kurang lengkap tanpa mencicipi kekayaan kulinernya. Soto Kuning Pak Yusuf yang berlokasi hanya 10 menit dari Kebun Raya Bogor menjadi destinasi favorit setelah menonton konser.
Kuliner yang telah eksis sejak 1977 ini menawarkan kuah kuning kaya rempah dengan isian daging sapi, paruh, hingga babat. Selain kuliner, wisatawan juga dapat mengunjungi Kopi Tubing Pamijahan untuk menikmati suasana persawahan dan aliran Sungai Cikuluwung.
Bagi yang mencari ketenangan ekstra, Curug Cibaliung di kawasan Sukamakmur menawarkan air terjun jernih berwarna biru kehijauan. Lokasi-lokasi ini menjadikan perjalanan ke Bogor sebagai paket liburan lengkap yang mencakup seni, alam, dan edukasi.