Kompetisi film pendek Inspiring Asia Micro Film Festival 2026 bertajuk #InspiringIndonesia resmi dibuka untuk menjaring karya bertema pemberdayaan komunitas dari tingkat akar rumput pada Senin (28/4/2026). Dilansir dari Lestari, ajang ini merupakan hasil kolaborasi antara Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Tanoto Foundation, dan Campaign for Good.
Festival tersebut mengusung tema besar terkait ketangguhan dan dampak inisiatif masyarakat di sektor pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi kreatif. Penyelenggara bertujuan memberikan ruang bagi praktik baik di tingkat lokal yang selama ini dinilai belum mendapatkan eksposur publik secara luas.
Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation Deviani Wulandari menekankan pentingnya mendokumentasikan inisiatif masyarakat dalam bidang pengasuhan serta pendidikan. Upaya ini diharapkan mampu memperluas jangkauan dampak dari gerakan-gerakan sosial tersebut.
"Melalui pendekatan kreatif seperti film pendek, kami melihat peluang untuk mengangkat praktik-praktik tersebut agar dapat dipelajari, direplikasi, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat," ujar Deviani Wulandari, Head of Strategic & Impact Communications Tanoto Foundation.
Selain sebagai sarana dokumentasi sosial, kompetisi ini dirancang untuk memacu kreativitas dan kepekaan sosial para kreator muda. Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation Primadi H. Serad menyebut penguasaan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman terhadap isu-sosial di sekitar.
Founder & CEO Campaign for Good William Gondokusumo menambahkan bahwa medium film memiliki kekuatan besar dalam menggerakkan aksi nyata. Pihaknya melihat potensi besar dalam penggunaan visual untuk membangun empati masyarakat terhadap berbagai isu krusial.
Satu hal yang membedakan penyelenggaraan tahun ini adalah kehadiran kategori Best AI Film Award. Kategori baru tersebut dikhususkan bagi karya berbasis kecerdasan buatan yang mampu menampilkan narasi sosial yang kuat meskipun memiliki keterbatasan dalam biaya produksi konvensional.
Mekanisme seleksi dalam festival ini juga melibatkan masyarakat melalui sistem community vetting. Publik diberikan kesempatan untuk memberikan dukungan terhadap karya yang telah lolos tahap awal sebelum nantinya masuk ke meja dewan juri untuk penilaian akhir.
Pendaftaran peserta dibuka hingga 30 Juni 2026 dan menyasar berbagai kalangan mulai dari pelajar hingga organisasi masyarakat. Para finalis terpilih dari Indonesia akan dikirim untuk berkompetisi di tingkat Asia pada babak grand final yang akan diselenggarakan di Manila, Filipina.