Festival Coachella Valley Music and Art 2026 resmi dimulai pada Jumat, 10 April 2026, di Empire Polo Club, Indio, California, Amerika Serikat. Acara internasional ini menarik perhatian puluhan ribu penonton per hari melalui penampilan musisi papan atas seperti Justin Bieber dan Sabrina Carpenter.
Seluruh tiket untuk dua pekan penyelenggaraan telah habis terjual, sebagaimana dilansir dari Detik Travel pada Senin (13/4/2026). Dengan kapasitas area yang mencapai 125 ribu orang setiap harinya, antusiasme pengunjung tercatat sangat tinggi sejak pembukaan gerbang pada pukul 11.00 waktu setempat.
Data dari AirDNA menunjukkan lonjakan permintaan penginapan sebesar 22 persen selama periode festival dengan tingkat hunian mencapai 85 persen. Hal ini memicu kenaikan pendapatan pemilik properti sewa hingga 38 persen secara keseluruhan dibandingkan hari biasa.
Penyelenggaraan Coachella 2026 dibagi menjadi dua sesi akhir pekan, yakni 10-12 April dan 17-19 April 2026. Jadwal pertunjukan dimulai dari tengah hari hingga berakhir pada pukul 01.00 dini hari untuk hari Jumat dan Sabtu, serta pukul 00.00 pada hari Minggu.
Harga tiket untuk pekan pertama mencapai USD 1.000 atau sekitar Rp 17 juta untuk kategori umum, sementara kategori VIP dijual mulai USD 1.630 atau sekitar Rp 27,8 juta. Pada pekan kedua, tarif sedikit lebih rendah yakni mulai dari USD 815 atau sekitar Rp 13,9 juta untuk tiket masuk umum.
Banyak pengunjung memilih opsi berkemah di area festival dengan biaya mulai dari USD 160 per kendaraan untuk empat malam. Fasilitas yang disediakan beragam, mulai dari tenda tradisional hingga layanan glamping mewah dengan pendingin ruangan bagi para penonton.
Sektor pariwisata California secara umum mencatat pengeluaran perjalanan mencapai USD 157,3 miliar pada tahun 2024, tumbuh 3 persen dari tahun sebelumnya. Lonjakan wisatawan saat Coachella berlangsung menjadi salah satu kontributor utama dalam penciptaan lapangan kerja dan pendapatan pajak daerah.
Meskipun sukses secara ekonomi, muncul laporan mengenai pembatalan sepihak oleh sejumlah pemilik properti sewa di platform akomodasi. Langkah tersebut diduga dilakukan secara sengaja demi menaikkan tarif sewa di tengah tingginya permintaan wisatawan selama festival berlangsung.