Ferry Maryadi Bela Syifa Hadju dari Hujatan Netizen Usai Pernikahan

Ferry Maryadi Bela Syifa Hadju dari Hujatan Netizen Usai Pernikahan
Foto: Ilustrasi Ferry Maryadi Bela Syifa Hadju dari Hujatan Netizen Usai Pernikahan.

Aktris Syifa Hadju mendapatkan kritik negatif dari warganet terkait penampilannya pada acara resepsi pernikahan dengan El Rumi yang digelar pada 26 April 2026. Menanggapi hal tersebut, Ferry Maryadi menegaskan bahwa mental Syifa kini telah kuat dalam menghadapi berbagai komentar miring di media sosial.

Dilansir dari Suara, Ferry Maryadi dan Deswita Maharani memberikan pembelaan saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, pada Selasa, 28 April 2026. Ferry menilai perjalanan karier bertahun-tahun telah menempa kepribadian Syifa menjadi sosok yang tidak lagi mudah goyah.

"Ibaratnya Syifa itu sekarang sudah menjadi seperti pisau belati yang sudah sangat tajam, dan orang-orang yang menghardik dan juga menghujat Syifa itu seperti batu asah yang sudah tidak ada fungsinya lagi," kata Ferry Maryadi.

Komentar-komentar negatif yang muncul pascapernikahan dianggap tidak lagi memiliki pengaruh terhadap kebahagiaan sang aktris saat ini.

"Syifa sekarang sudah melesat, alhamdulillah sudah bahagia, komentar-komentar yang negatif sudah tidak ada gunanya lagi," sambung Ferry Maryadi.

Selain kematangan mental, Deswita Maharani mengungkapkan fakta mengenai kemandirian pasangan pengantin baru tersebut dalam menyusun acara mereka. El Rumi dan Syifa disebut merancang seluruh konsep pernikahan mewah mereka tanpa meminta bantuan dari orang tua.

"Betul, mengurus semua sendiri. Mereka adalah otaknya dari semua ini," ungkap Deswita Maharani.

Langkah ini diambil oleh keduanya sebagai simbol dimulainya perjuangan hidup bersama dari titik awal secara mandiri.

"Mereka pengin menunjukkan bahwa ini saatnya mereka ingin merangkak dari bawah bener-bener sendiri semuanya," tambah Deswita Maharani.

Sambil berkelakar, Deswita menceritakan bahwa peran para orang tua dalam proses persiapan tersebut hanya sebatas menikmati fasilitas yang disediakan anak-anak mereka.

"Kalau aku tuh bagian yang enak-enakan, 'Bu, food testing ya?' 'Oke Kak!'" katanya Deswita Maharani sambil tertawa.

Terkait fenomena hujatan di media sosial, Deswita memberikan pandangan dari sudut pandang psikologis mengenai motif para pelaku perundungan. Ia menyarankan agar Syifa tetap mengabaikan suara sumbang tersebut karena dianggap muncul dari ketidakbahagiaan seseorang.

"Biasanya orang yang menghujat itu adalah orang yang paling enggak bahagia karena dia lupa untuk bahagia. Dia rnggak tahu cara untuk bahagia," pungkas Deswita Maharani.

Artikel terkait

Rekomendasi