Aktris Fergie Brittany menjalani proses produksi ekstrem dengan menggunakan belasan jenis prostetik wajah dan belatung hidup demi memerankan karakter Joy dalam film horor Ain. Film yang mengisahkan dampak penyakit akibat rasa dengki tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai Kamis, 7 Mei 2026.
Sebagaimana dilansir dari Suara, transformasi fisik dilakukan secara intensif dengan pemasangan dan pelepasan lapisan prostetik yang menyesuaikan fase penyakit karakter Joy. Proses ini mengharuskan Fergie berhadapan dengan risiko iritasi kulit karena penggunaan cairan alkohol berkadar tinggi untuk melepas topeng tersebut.
"Jadi sehari tuh copot-pasang sesuai scene dan fasenya," tutur Fergie Brittany saat ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan pada Kamis, 29 April 2026.
Meskipun menghadapi risiko kesehatan kulit, Fergie berupaya menjaga kondisi wajahnya dengan perawatan rutin segera setelah pengambilan gambar selesai.
"Muka gue kinclong sekinclong-kinclongnya karena tiap kali habis dicopot, aku langsung cuci muka dan pakai skincare untuk kulit iritasi," tambahnya.
Tantangan fisik lainnya muncul saat Fergie harus menahan rasa gatal yang hebat di balik lapisan prostetik yang tebal tanpa bisa menyentuh wajahnya secara langsung.
"Sampai akhirnya aku tuh benar-benar cuma bisa begini (menggaruk tanpa menyentuh) atau di dalam mulutnya gerak-gerak doang," ungkap Fergie Brittany sambil memperagakan menahan gatal.
Selain masalah kulit dan rasa gatal, bagian paling menantang dalam produksi ini adalah adegan yang melibatkan serangga hidup di area wajah. Fergie mengaku merasakan sensasi yang tidak biasa ketika belatung mulai bergerak di atas kulitnya saat menunggu aba-aba kamera.
"Sambil menunggu, aku bisa merasakan mereka semua kayak jalan-jalan gitu," kenang Fergie Brittany mengenai pengalaman unik sekaligus menyeramkan tersebut.
Putri Ayudya, yang berperan sebagai Dini sekaligus lawan main Fergie, memberikan penjelasan mengenai alasan penggunaan serangga asli dalam produksi ini. Menurutnya, hal tersebut dilakukan demi mencapai tingkat realisme visual yang maksimal bagi penonton.
"Karena kan kita butuh, apalagi kalau close up, butuh mereka kelihatan gerak," kata Putri Ayudya memberikan alasan teknis di balik adegan itu.
Pihak produksi memastikan bahwa aspek kebersihan tetap diperhatikan meskipun melibatkan makhluk hidup dalam adegan yang dianggap menjijikkan.
"Sebenarnya kalau belatungnya sendiri itu very clean," tutup Putri Ayudya.
Film Ain mengeksplorasi kisah Joy, seorang influencer glamor yang mengalami perubahan tubuh mengerikan secara mendadak yang tidak dapat dijelaskan secara medis. Cerita berfokus pada upaya pencarian solusi atas kondisi tersebut yang diduga berkaitan dengan fenomena penyakit non-medis.