Lauren Weisberger Ungkap Fakta Tekanan Kerja Film The Devil Wears Prada

Lauren Weisberger Ungkap Fakta Tekanan Kerja Film The Devil Wears Prada
Foto: Ilustrasi Lauren Weisberger Ungkap Fakta Tekanan Kerja Film The Devil Wears Prada.

Penulis novel Lauren Weisberger mengungkapkan berbagai pengalaman nyata terkait tekanan kerja yang sangat kompetitif di industri mode dunia sebagai inspirasi utama film The Devil Wears Prada. Pengakuan tersebut disampaikan Weisberger pada 2 Mei 2026 berdasarkan pengalamannya saat bekerja sebagai asisten pemimpin redaksi majalah Vogue.

Inspirasi cerita ini berawal dari karier singkat Weisberger sebagai asisten junior Anna Wintour pada akhir 1999, sesaat setelah ia menyelesaikan pendidikan universitasnya. Realitas pekerjaan yang berat tersebut kemudian dikonversi menjadi fondasi narasi dalam karya fiksi yang kini populer secara global sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

Weisberger menegaskan bahwa posisi tersebut merupakan pengalaman pertama yang sangat menantang bagi seorang lulusan baru. Banyak kejadian luar biasa dalam buku tersebut yang sebenarnya ia alami secara langsung selama bekerja di bawah pimpinan redaksi ternama tersebut.

"Itu adalah pekerjaan pertama yang gila setelah lulus kuliah dan saya tidak tahu bagaimana hal itu bisa terjadi," ujar Weisberger dalam sebuah wawancara televisi yang dikutip kembali oleh People.

Tuntutan pekerjaan yang dianggap mustahil oleh publik dalam film ternyata memiliki kaitan erat dengan kondisi kurang tidur kronis yang dialami penulis saat itu. Weisberger menyatakan bahwa beberapa elemen dramatis dalam cerita muncul dari imajinasi yang dipicu oleh rasa lelah yang luar biasa.

"Banyak anekdot dan tuntutan gila di dalam buku adalah hasil imajinasi saya saat sedang berjuang melawan rasa kantuk pada jam empat pagi," tutur Weisberger menutup kisahnya.

Leslie Fremar, seorang penata gaya selebritas, turut memberikan konfirmasi mengenai keterlibatan dirinya sebagai inspirasi karakter asisten senior Emily. Ia mengakui adanya dialog yang mencerminkan pandangan bahwa posisi pekerjaan di majalah tersebut sangat diperebutkan oleh banyak orang.

Fremar sempat merasakan bahwa penerbitan buku tersebut merupakan bentuk keterbukaan informasi yang sangat pribadi di lingkungan kerja mereka. Ia juga menyebut bahwa Anna Wintour telah mengetahui isi buku tersebut sebelum resmi dirilis ke publik.

Menanggapi sorotan publik terhadap kemiripan karakter Miranda Priestly dengan dirinya, Anna Wintour memberikan respons melalui jalur resmi. Pemimpin redaksi Vogue tersebut menegaskan bahwa standar kerja yang tinggi di perusahaannya ditujukan untuk mencapai kualitas performa yang paling maksimal.

"Kami di sini untuk bekerja dan jika terkadang saya terlihat dingin, itu hanya karena saya berjuang untuk memberikan yang terbaik," tegas Anna Wintour dalam wawancara resminya.

Manajemen majalah menambahkan bahwa gambaran dalam cerita The Devil Wears Prada hanyalah sebuah karya hiburan semata. Pihak perusahaan menyatakan narasi tersebut tidak sepenuhnya merepresentasikan aktivitas harian nyata di dalam kantor mereka.

Artikel terkait

Rekomendasi