Cesc Fabregas Hadapi Antonio Conte pada Laga Como Melawan Napoli

Cesc Fabregas Hadapi Antonio Conte pada Laga Como Melawan Napoli
Foto: Ilustrasi Cesc Fabregas Hadapi Antonio Conte pada Laga Como Melawan Napoli.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, dijadwalkan bertemu kembali dengan mentornya, Antonio Conte, dalam pertandingan lanjutan Liga Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia pada Sabtu (2/5) malam WIB. Laga ini menjadi pertemuan kelima bagi kedua pelatih tersebut dalam kompetisi domestik sejak tahun 2024.

Catatan statistik menunjukkan Fabregas unggul tipis dengan dua kemenangan dari empat pertemuan sebelumnya melawan Conte, sementara sisanya berakhir dengan satu kekalahan dan satu hasil imbang. Dilansir dari Detik Sport, kemenangan terakhir diraih Fabregas saat Como menyingkirkan Napoli lewat adu penalti pada perempat final Coppa Italia Februari lalu.

Fabregas merefleksikan masa lalunya saat menjadi anak asuh Conte di Chelsea, di mana ia mengaku harus melewati fase adaptasi fisik yang sangat berat selama dua musim. Pengalaman menderita akibat tuntutan fisik yang tinggi tersebut diakuinya memberikan pelajaran berharga dalam karier kepelatihannya saat ini.

"Aku belajar banyak dari Antonio," sahut dia di Football-Italia.

Mantan pemain timnas Spanyol tersebut mengenang bagaimana intensitas latihan yang diterapkan Conte sangat menguras tenaga dan menuntut kecepatan maksimal. Fabregas menegaskan bahwa tidak ada pelatih lain yang pernah memberinya porsi latihan fisik seberat pria asal Italia tersebut.

"Dia pernah membuatku sangat menderita dalam hal fisik, dia selalu menuntut kecepatan, intensitas, melaju dalam kecepatan penuh, tidak ada orang lain yang pernah membuatku lebih menderita lagi," sambung mantan bintang Arsenal, Barcelona, dan Timnas Spanyol itu.

Meskipun memiliki pendekatan yang sedikit berbeda, Fabregas berupaya menanamkan standar intensitas serupa kepada skuat Como yang dipimpinnya saat ini. Ia menilai disiplin fisik sangat krusial bagi performa tim, baik dalam penguasaan bola maupun saat bertahan.

"Aku juga menginginkannya dari timku, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, beberapa dengan bola atau tanpa bola," Fabregas menambahkan jelang duel Como vs Napoli.

Perubahan kondisi fisik dirasakan secara signifikan oleh Fabregas setelah menjalani metode latihan tersebut selama beberapa bulan hingga ia merasa berada dalam performa puncak pada bulan Desember. Hal itu yang kemudian membuatnya menaruh kepercayaan penuh pada filosofi dan mentalitas kerja yang diusung oleh Conte.

"Memang benar bahwa setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metode dia, pada Desember aku sangat cepat. Aku secara fisik merasa luar biasa. Sekalinya aku terbiasa dengan cara dia melakukan banyak hal, mentalitas dia, aku benar-benar percaya pada apa yang dia lakukan," kata Fabregas.

Artikel terkait

Rekomendasi