Cesc Fabregas Pilih Bertahan di Como Tengah Rumor Klub Top Eropa

Cesc Fabregas Pilih Bertahan di Como Tengah Rumor Klub Top Eropa
Foto: Ilustrasi Cesc Fabregas Pilih Bertahan di Como Tengah Rumor Klub Top Eropa.

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menyatakan komitmennya untuk tetap memimpin klub berjuluk I Lariani tersebut di tengah ketertarikan sejumlah klub besar Eropa pada Rabu, 15 April 2026. Penegasan ini muncul setelah Fabregas berhasil membawa Como bersaing di papan atas klasemen Serie A musim ini.

Kinerja impresif pria berusia 39 tahun tersebut membuahkan penghargaan Bearzot Award atau gelar pelatih terbaik di Italia tahun ini. Dilansir dari Detik Sport, Fabregas telah menukangi Como selama hampir tiga tahun sejak memulai perannya sebagai pemain-pelatih pada 2023 silam.

Hingga pekan ke-32 Liga Italia, Como menempati peringkat keenam klasemen sementara dengan koleksi 58 poin. Catatan tersebut hanya terpaut dua angka dari Juventus yang berada di posisi keempat, sekaligus membuka peluang Como untuk memperebutkan tiket kualifikasi Liga Champions musim depan.

Prestasi ini dilaporkan memicu minat dari beberapa klub raksasa seperti Real Madrid, Chelsea, dan Inter Milan. Namun, mantan penggawa tim nasional Spanyol tersebut secara terbuka menepis spekulasi mengenai kepindahannya dalam waktu dekat demi melanjutkan proyek jangka panjang bersama klub milik pengusaha Indonesia tersebut.

"Saya begitu terikat dengan proyek ini, yang mana sangat penting. Jangan pernah bilang tidak, tapi untuk saat ini saya rasa tidak mungkin meninggalkan Como," ujar Cesc Fabregas, Pelatih Como, sebagaimana dikutip dari Football Italia.

Fabregas mengungkapkan bahwa ia sempat meminta manajemen klub untuk mengizinkannya mengetahui rencana tim lain pada musim lalu. Namun, setelah melakukan diskusi dengan chairman klub, ia memutuskan untuk tetap bertahan karena merasa puas dengan pencapaian yang diraih tim sejauh ini.

Keberhasilan Como musim ini merupakan kelanjutan dari tren positif sejak musim perdana Fabregas di kasta tertinggi Italia, di mana tim finis di urutan ke-10. Pencapaian tersebut merupakan hasil terbaik klub sejak tahun 1987 ketika mereka berhasil menduduki peringkat kesembilan klasemen akhir.

Selain performa konsisten di liga, Fabregas juga berpeluang mempersembahkan trofi pertamanya sebagai pelatih melalui ajang Coppa Italia. Como dijadwalkan menghadapi Inter Milan pada laga leg kedua semifinal bulan depan setelah sebelumnya bermain imbang tanpa gol pada pertemuan pertama.

Artikel terkait

Rekomendasi