Aktor Erick Estrada kini melebarkan sayap ke dunia produksi film melalui karya terbarunya berjudul Napi: Pesan dari Dalam. Menariknya, proyek film pendek ini melibatkan warga binaan di Lapas Surakarta sebagai pemeran utamanya.
Langkah ini merupakan bentuk kolaborasi antara Erick dengan Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa Kurniawan, serta seniman lokal Ki Agung Bakar Setiyoko. Dilansir dari Suara, inisiatif ini bertujuan untuk mengangkat potensi seni di Solo, yang merupakan tanah kelahiran sang aktor.
"Saya sudah menetapkan diri untuk tinggal dan berkarya di Solo agar seniman-seniman Solo menasional," kata Erick dalam keterangan resmi.
Keputusan melibatkan narapidana sebagai aktor didasari oleh pengamatan Erick terhadap keresahan yang dirasakan warga binaan selama masa penahanan. Ia menilai kebebasan berkarya dapat menjadi saluran positif bagi mereka yang merasa terkurung dan jenuh.
"Saya melihat ada peluang yang luar biasa, ketika seorang napi yang mempunyai keresahan terkurung bosan kemudian diberi kebebasan berkarya seperti berakting," ujar bintang film Mendung Tanpo Udan tersebut.
Selain memberikan kesempatan berakting, Erick Estrada juga membekali para warga binaan dengan berbagai keterampilan tambahan. Pelatihan yang diberikan meliputi teknik berbicara di depan umum (public speaking) hingga pemanfaatan media sosial.
Mempersiapkan Narapidana Kembali ke Masyarakat
Program pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan diri para napi agar tidak merasa rendah diri saat menyelesaikan masa hukuman. Pembekalan keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu mereka dalam mencari pekerjaan atau berwirausaha nantinya.
"Di sini saya sekaligus kasih pelatihan public speaking terus caranya menjadi influencer gimana, agar ketika mereka bebas nanti nggak malu mendaftar pekerjaan," imbuh Erick.
Bintang film Yo Wis Ben ini juga menekankan pentingnya kemandirian ekonomi bagi para mantan narapidana. Ia berharap mereka mampu menciptakan peluang kerja baru setelah kembali ke tengah masyarakat.
"Intinya Pesan dari Dalam yang aku ambil dari keresahanku adalah mantan napi ketika keluar dari rutan harus menciptakan lapangan pekerjaan," ucapnya.
Target Festival Film Internasional
Film Napi: Pesan dari Dalam mengangkat kisah tokoh bernama Satrio, seorang warga binaan yang berupaya mencari makna hidup di tengah masa hukumannya di Surakarta. Karakter ini digambarkan harus berjuang melawan stigma negatif masyarakat terhadap statusnya.
Karya kolaboratif ini tidak hanya ditujukan untuk konsumsi domestik, tetapi juga dipersiapkan untuk bersaing di kancah global. Tim produksi berencana mendaftarkan film ini ke sejumlah ajang bergengsi, termasuk Toronto International Film Festival (TIFF) dan Busan International Film Festival (BIFF).