Pelatih asal Italia Enzo Maresca menyatakan kesiapannya untuk kembali memimpin tim di pinggir lapangan pada Selasa (12/5/2026) setelah lima bulan tidak melatih pasca-berpisah dari Chelsea. Nama Maresca kini santer dikaitkan dengan raksasa Inggris Manchester City sebagai calon pengganti Pep Guardiola.
Kesiapan tersebut disampaikan Maresca saat menghadiri acara penghargaan nasional Telenord-Gianni Di Marzio di tengah spekulasi mengenai masa depan Guardiola di Stadion Etihad. Meski kontrak Guardiola tersisa hingga 2027, rumor kepergian pelatih asal Spanyol itu lebih awal mulai mencuat menjelang akhir musim ini, sebagaimana dilansir dari Bola.
Pria berusia 46 tahun yang pernah membawa Chelsea menjuarai Piala Dunia Antarklub musim lalu itu menanggapi kemungkinan manajemen Manchester City menghubungi dirinya. Maresca memiliki sejarah panjang sebagai mantan asisten Guardiola dan pelatih tim akademi di klub tersebut.
"Saat ini, terlepas dari klub mana yang menghubungi Anda, yang penting adalah merasa siap," kata Enzo Maresca dikutip dari GFNI, Selasa (12/5/2026).
Maresca menegaskan bahwa saat ini dirinya sedang memulihkan energi sebelum mengambil tantangan baru di musim mendatang. Ia mengaku terus memantau perkembangan situasi liga-liga besar yang akan segera berakhir.
"Untungnya, hanya tersisa beberapa minggu lagi, dan kita akan lihat apa yang terjadi," lanjutnya.
Upaya persiapan mental menjadi agenda utama Maresca selama masa rehatnya guna memastikan performa maksimal di klub baru nantinya. Ia memilih untuk tetap tenang sambil menunggu tawaran resmi yang masuk ke mejanya.
"Sekarang sudah bulan Mei, dan kejuaraan akan segera berakhir. Sementara itu, saya beristirahat dan mencoba mempersiapkan diri," tambahnya.
Selain peluang kembali ke Manchester City, Maresca juga menjadi incaran beberapa klub Serie A seperti Napoli dan Fiorentina. Napoli dilaporkan telah menjalin komunikasi awal sebagai langkah antisipasi jika posisi pelatih saat ini, Antonio Conte, lowong.
Maresca menegaskan tidak memiliki kendala untuk berpindah negara karena sudah terbiasa dengan atmosfer berbagai liga selama berkarier sebagai pemain maupun pelatih. Fleksibilitas ini menjadi modal utamanya dalam meniti karier profesional.
"Saya sudah pernah ke mana-mana. Saya menikmati diri saya sebagai pemain di empat negara berbeda, dan sebagai pelatih saya sudah pernah ke dua atau tiga negara berbeda," ungkapnya melanjutkan.
Meskipun pertemuan dengan Napoli di London disebut memberikan sinyal positif, Maresca disinyalir masih menempatkan Manchester City sebagai prioritas utama karena hubungan emosional yang erat. Kepastian langkah Maresca kini bergantung pada keputusan akhir yang diambil oleh Pep Guardiola mengenai masa depannya.
"Saya cukup mudah beradaptasi. Pengalaman terakhir saya adalah di Inggris, jadi mari kita lihat apa yang akan terjadi selanjutnya," ungkapnya melanjutkan.