Kursi kepelatihan Manchester City mulai memanas menyusul kabar potensi hengkangnya Pep Guardiola pada akhir musim 2025-2026. Sosok Enzo Maresca kini muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi yang ditinggalkan pelatih berkepala plontos tersebut.
Masa kerja Pep Guardiola di Stadion Etihad sebenarnya masih terikat kontrak hingga musim panas 2027. Namun, dilansir dari Bola, spekulasi mengenai kepergiannya lebih awal setelah musim 2025-2026 berakhir terus menguat di lingkungan internal klub.
Selama menukangi The Citizens, Guardiola telah menorehkan prestasi luar biasa dengan sumbangan 19 gelar juara. Koleksi tersebut mencakup enam trofi Premier League serta kesuksesan bersejarah merengkuh gelar Liga Champions pada musim 2022-2023.
Rumor kepergian Guardiola semakin menarik setelah muncul laporan dari Gazzetta dello Sports. Media tersebut mengklaim bahwa Guardiola membuka peluang untuk menangani Timnas Italia guna menggantikan posisi Gennaro Gattuso.
Jika skenario kepergian tersebut benar-benar terjadi, manajemen klub dilaporkan telah membidik Enzo Maresca sebagai pengganti utama. Maresca dinilai memiliki kedekatan taktis karena pernah menjabat sebagai asisten Guardiola di Manchester City pada musim 2022-2023.
Karier kepelatihan Maresca sempat menanjak saat ia berhasil membawa Leicester City menjuarai Divisi Championship dan promosi ke kasta tertinggi pada musim pertamanya. Keberhasilan itu membuatnya sempat dipinang oleh Chelsea.
Situasi Kontrak dengan Chelsea
Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa status Maresca saat ini sedang tidak melatih klub manapun. Ia meninggalkan posisinya di Chelsea setelah terlibat perselisihan dengan pihak manajemen pada Januari lalu.
Meski tidak lagi aktif melatih, Maresca diketahui masih terikat kontrak secara legal dengan klub asal London Barat tersebut. Berdasarkan laporan TalkSport, terdapat kerumitan terkait paket pemutusan kontrak yang belum sepenuhnya tuntas.
Situasi ini mengharuskan adanya kesepakatan khusus jika Maresca ingin merapat ke Manchester City. Pihak Chelsea dikabarkan merasa berhak mendapatkan kompensasi finansial apabila mantan pelatihnya itu mengambil alih kursi manajer di Etihad.
Persoalan kompensasi tersebut merupakan urusan internal antara pihak Chelsea dan Maresca secara personal. Hal ini bukan merupakan beban negosiasi langsung antara manajemen Chelsea dengan pihak Manchester City.