Penjaga gawang keturunan Indonesia, Emil Audero Mulyadi, menunjukkan performa impresif meski timnya, Cremonese, harus menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Napoli. Dilansir dari Detik Sport, Audero berhasil mementahkan satu tendangan penalti dalam laga lanjutan Liga Italia tersebut.
Pertandingan antara Napoli melawan Cremonese berlangsung di Stadion Diego Armando Maradona pada Sabtu, 25 April 2026, dini hari WIB. Dalam laga ini, Emil Audero dipercaya menjaga gawang Cremonese selama 90 menit penuh.
Cremonese harus menerima kenyataan gawang mereka kebobolan empat kali oleh lini serang Partenopei. Pertandingan berakhir dengan skor mencolok 4-0 untuk kemenangan tuan rumah Napoli hingga peluit panjang dibunyikan.
Meski kalah telak, Emil Audero melakukan aksi heroik menjelang akhir pertandingan, tepatnya pada menit ke-88. Napoli mendapatkan hadiah penalti yang dieksekusi oleh Scott McTominay, namun Audero secara sigap berhasil menepis bola tersebut.
Penyelamatan ini menjadi catatan positif bagi kiper berusia 29 tahun itu di Liga Italia musim 2025/2026. Berdasarkan statistik, ini merupakan keberhasilan kedua Audero menepis tendangan dua belas pas dari lima penalti yang ia hadapi musim ini.
Sebelumnya, Audero juga tercatat melakukan penyelamatan serupa saat Cremonese berhadapan dengan Juventus pada Januari 2026. Kala itu, ia berhasil menepis tendangan penalti yang dilepaskan oleh Kenan Yildiz dalam laga yang berakhir dengan kekalahan 0-5.
Namun, nasib sial sempat menyertai aksinya saat melawan Juventus tersebut. Bola yang berhasil ditepis Audero justru kembali memantul ke arah Kenan Yildiz, yang kemudian langsung memanfaatkannya menjadi gol bagi lawan.
Kini, nama Emil Audero mulai masuk dalam jajaran penjaga gawang spesialis penepis penalti atau 'penalty killers' di kompetisi Liga Italia musim ini. Penampilannya hanya terpaut satu angka di bawah Vanja Milinkovic-Savic.
Kiper Napoli tersebut saat ini memimpin daftar dengan catatan tiga kali penyelamatan dari total tujuh tendangan penalti yang ia hadapi. Aksi Audero di bawah mistar gawang tetap menjadi sorotan di tengah perjuangan Cremonese di kasta tertinggi sepak bola Italia.