Aktris sekaligus sutradara Elizabeth Banks memberikan kritik tajam terhadap situasi sosial-politik Amerika Serikat pada Jumat (17/4/2026), dengan menyebut kondisi saat ini menyerupai dunia distopia dalam waralaba film The Hunger Games yang pernah dibintanginya.
Banks menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai pergeseran demografis pemilih dan hasil pemilihan umum baru-baru ini yang dinilai memperlebar jurang kesenjangan di masyarakat, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Ia mengaitkan kepemimpinan nasional saat ini dengan elemen kontrol otoriter.
Pemeran karakter Effie Trinket tersebut melihat adanya kemiripan nyata antara struktur kekuasaan di Amerika Serikat dengan pusat kekuasaan fiktif bernama The Capitol yang mendominasi distrik-distrik di sekitarnya dalam narasi film tersebut.
"Kita sedang hidup di dalam 'The Hunger Games'. Perasaan bahwa ada pusat kekuasaan (The Capitol) yang mendikte kehidupan orang-orang di distrik-distrik lainnya terasa sangat nyata sekarang," ujar Banks, Aktris dan Sutradara.
Kekecewaan Banks juga diarahkan kepada kelompok perempuan kulit putih yang berdasarkan data pemilih justru memberikan dukungan kepada pihak yang dianggap mengancam hak-hak sipil serta otonomi tubuh mereka sendiri.
Banks menilai terdapat perilaku masyarakat yang lebih mengutamakan kenyamanan personal dibandingkan keadilan sosial yang lebih luas, sebuah fenomena yang ia identikkan dengan karakter yang pernah diperankannya dalam cerita Panem.
"Kita berisiko menjadi 'Effie Trinket di dunia nyata'-terlena dengan penampilan dan retorika sambil mengabaikan sistem yang perlahan merusak demokrasi," ujar Banks, Aktris dan Sutradara.
Penegasan Banks ini memicu polarisasi di ruang publik, di mana sebagian pihak mendukung kejujurannya mengenai tanggung jawab pemilih, sementara pihak lain menganggap perbandingan dengan karya fiksi tersebut bersifat berlebihan. Pernyataan ini mempertegas posisi tokoh industri film dalam menyuarakan isu hak perempuan.